//
you're reading...
Aqidah dan Manhaj

.:: Syarat-Syarat Kalimat Agung ‘Laa ilaaha illallaah’ ::.



“Adapun syarat-syarat laa ilaaha illallaah’ adalah sebagai berikut:

1. Ilmu, yaitu mengetahui makna kandungannya; dari yang menafikannya dan yang menetapkannya. Allah berfirman, “Ketahulah bahwa Dia tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah.” [QS Muhammad: 19]. “Kecuali orang yang bersaksi dengan alhaq (baca: laa ilaaha illallaah) sedangkan mereka mengetahui (dengan hati mereka tentang apa yang mereka persaksikan dengan lisan-lisan mereka. pent.)” [QS az-Zukhruf: 86]

Rasululloh bersabda, “Siapa yang wafat sedangkan dia mengetahui bahwa Dia tidak ada ilah yang berhak diibadahi selain Allah, masuk surga.” [HR Imam Muslim dari ‘Ustman bin ‘Affan]
Dan banyak manusia dewasa ini mengucapkan syahadah ini dengan lisannya sedangkan mereka tidak mengetahui sedikit pun dari maknanya. Oleh karena itu, mereka terjerumus kepada lubang kesyirikan padahal dia mengucapkan syahadat ini. Padahal orang-orang musyrik di zaman Nabi saja mengetahui maknanya dan konsekuensinya. Mereka berkata, “Apakah mereka menjadikan tuhan-tuhan (berhala) itu Tuhan yang satu? Sungguh ini adalah sesuatu yang mengherankan.” [QS Shod: 5]

2. Yaqin, yaitu diharuskan orang yang mengucapkannya merasa yaqin dengan konsekuensi kalimat ini. Karena itu apabila dalam hatinya merasa ragu dan tidak yakin, maka tidak akan bermanfaat baginya.
Allah berfirman dalam mensifati orang-orang mukmin, “Orang-orang mukmin itu hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rosul-Nya kemudian mereka tidak merasa ragu.” [QS al-Hujarat: 15].
Adapun orang-orang yang ragu, maka dialah munafiq. Lihat: QS at-Taubah: 45. Padahal siksaan bagi munafik itu adalah Neraka yang pualing bawah. Lihat: QS an-Nisa’: 145. Dan boleh jadi siksanya lebih dahsyat dibanding siksaan kaum kuffar. Wal’iyadzubillah. Nas-alullah as-salaamah.

Dari Abu Hurairah, Rosululloh bersabda, “Aku bersaksi bahwa tidak ada ilaah yang berhak diibadahi selain Allah dan Aku adalah utusan Allah. Tidaklah seseorang berjumpa dengan Allah dan dengan keduanya (dua syahadat) tidak ragu dengannya, kecuali dia pasti masuk Surga.” [HR Muslim]

3. Ikhlas yang menafikan syirik. Kalimat ini tidak akan berguna bagi pengucapnya tanpa disertai dengan ikhlas. Allah berfirman, “Padahal mereka tidaklah diperintah kecuai hanya untuk menyembah Allah, dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama…” [QS al-Bayyinah: 5]
Rosululloh bersabda, “Orang yang paling berbahagia dengan syafaatku adalah orang yang mengucapkan ‘laa ilaaha illallaah’ dengan ikhlas dari hati atau jiwanya.” [HR Imam al-Bukhori]

4. Cinta yang menafikan kebencian. Maka kalimat ini harus dicintai, apa yang dikandung, ahlinya dan yang mengamalkan konesuensinya. Lihat: QS Albaqarah: 165 & Almaidah: 54.

5. Jujur (shidq) yang menafikan kedustaan.
Maka mengucapkan ‘laa ilaaha illallaah’ dalam keadaan jujur dari lubuk

hatinya yang terdalam. Allah berfirman, “Alif Lam Mim. Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, ‘Kami telah beriman,’ dan mereka tidak diuji?” [QS al-‘Ankabut: 1-2]
Dari Mu’adz bin Jabal, dari Rosululloh shollallohu ‘alaih wa sallam, “Tidak ada seorang pun yang bersaksi dengan jujur dari hatinya bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah hamba & utusan-Nya, kecuali Allah pasti mengharamkannya masuk ke dalam Neraka.” [HR Imam Al-Bukhori]

6. Tunduk (al-inqiyad) yang menafikan peninggalan.
Wajib tunduk kepada konsekuesnsi kalimat ‘laa ilaaha illallaah’ berupa mengamalkan amalan-amalan zhahir & bathin. Alloh berfirman, “Kembalilah kepada Robb kalian dan berserahdirilah kepada-Nya.” [QS Az-Zumar: 54] Berserah diri adalah tunduk kepada perintah-perintah Allah. Lihat QS: An-Nisa’: 125 & Luqman: 22.

Allah berfirman, “Demi Robb-mu (hai Muhammad), mereka tidaklah beriman sampa mereka menjadikanmu hakim dalam semua perkara yang mereka perselisihkan, (sehingga) kemudian tidak ada rasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusanmu, dan mereka menerima dengan dengan seluruhnya.” [QS an-Nisa: 65]

7. Menerima yang menafikan penolakan.
Alloh berfirman, “Sungguh, dahulu apabila dikatakan kepada mereka, ‘Laa ilaaha illallaah,’ mereka menyombongkan diri, dan mereka berkata, ‘Apakah kami harus meninggalkan sesembahan-sesembahan kami karena seorang penyair gila?'” [QS ash-Shoffat: 35-36]

8. Mengingkari semua yang disembah kecuali Allah dari kalangan thaghut.
Alloh berfirman, “Barangiapa yang mengingkari thaghut dan beriman kepada Allah, maka sungguh ia telah berpegang dengan pegangan yang kuat.” [QS Albaqarah: 256]
Rosulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mengucapkan, ‘Laa ilaaha illallaah,’ dan ia mengingkari segala sesuatu yang disembah selain Allah, maka haram (untuk diambil) harta & darahnya dan hisabnya diserahkan kepada Allah ‘Azza wa Jalla.” [HR Muslim].

Faidah: Syaikh Hafizh al-Hakami telah membuat bait syair berkenaan dengan syarat-syarat kalimat ini dalam karya beliau yang ma’ruf (terkenal), yaitu “Sulamul Wushul“. Allahua’lam. []

1. Alquran al-Karim dan Terjemahnya
2. Hasyiyah ad-Durusil Muhimmah li ‘Ammatil Ummah lil ‘Allamah ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baz rohimahulloh hal. 50-52 karya Syaikh Dr. Ahmad bin Sholih bin Ibrohim Ath-Thuyan. KSA: Dar Thuwaiq Lin Nasyr wat Tauzi’ cet. ke-6 1431 H/ 2010 M dengan sedikit tambahan dan perubahan
3. Pelajaran-pelajaran yang penulis terima dari guru-guru penulis.
4 . Dll.

About Firman Hidayat Marwadi

Seorang penuntut ilmu yang semoga diberi keistiqamahan oleh Allah dalam setiap kebaikan.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: