//
you're reading...
Hadits Nabawi & Ilmunya

.:: Urgensi Mengetahui Hadits Dha’if (Lemah) ::.

Al Muhaddits Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani berkata dalam muqaddimah “Dha’if Al Adab Al Mufrad” (cet. ke-5 Darush Shiddiq & Darur Rayyat KSA hal. 6),

“Ketahulah, bahwa mengetahui hadits dha’if adalah sebuah perkara yang wadjib, keharusan yang lazim atas setiap muslim yang menghadap manusia untuk berbicara (membacakan hadits), mengadjar, dan menasihati mereka. Dan ini telah banyak ditinggalkan -sungguh sangat disayangkan- mayoritas penulis, penasihat, khathib, terkhusus lagi sastrawan dalam siaran-siaran & ceramah-ceramah (mereka). Karena mereka mendatangkan sesuatu yang aneh dan meriwayatkan hadits-hadits yang tidak ada asal usulnya tanpa mempedulikan larangan Nabi dalam menceritakan hadits darinya kecuali yang telah sah, seperti sabdanya,

“Jangan kalian memperbanyak meriwayatkan dariku. Siapa yang berkata atas namaku, janganlah sekali-kali berkata kecuali yang haq dan benar (jujur). Siapa yang berkata (atas namaku) dengan apa yang tidak pernah aku katakan, hendaknya ia mempersiapkan tempat duduknya di neraka.” [Riwayat Ibnu Abi Syaibah dan lainnya. Sudah ditakhridj di Ash Shahihah (1753). Lihat pula buku saya Shifah Shalatin Nabi (hal. 14 cet. terbaru)]

Oleh karena itu, mengetahui hadits dha’if adalah sesuatu yang mendesak dilihat dari orang-orang yang telah kami sebutkan. Juga merupakan fikih (kesimpulan) dari hadits Hudzaifah -semoga Allah meridhainya- yang diriwayatkan dalam Ash-Shahihain (Al Bukhari & Muslim). Beliau berkata, “Adalah manusia bertanya kepada Rasulullah tentang kebaikan, sementara aku bertanya kepada beliau tentang keburukan karena khawatir terjerumus dan jatuh ke dalamnya…” dsb.

Begitu pula dengan sya’ir yang mengatakan:

“Aku mengetauhi keburukan bukun untuk menlakukannya # Namun hanya untuk menjauhinya
Siapa yang tidak tahu keburukan dari kebaikan # (Dikhawatirkan) terjerumus ke dalamnya.”” Allahua’lam.[]

About Firman Hidayat Marwadi

Seorang penuntut ilmu yang semoga diberi keistiqamahan oleh Allah dalam setiap kebaikan.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: