//
you're reading...
Hadits Nabawi & Ilmunya

Apakah Hukum Menukil Hadits dalam Ceramah Tanpa Menjelaskan Perawinya?

Jawab: Al Imam Ibnu Hajar Al Haitami Al Makki Asy Syafi’i rohimahulloh dalam bukunya yang bertajuk Al Fatawa Al Haditsiyyah (cet. Al Halabi hal. 32) mengatakan,

“Boleh menyebutkan hadits-hadits ketika khutbah tanpa menjelaskan perawi-perawinya atau menyebutkannya dengan syarat ia termasuk orang yang mengetahui s

eluk-beluk hadits, atau ia menukilnya dari sebuah buku yang penulisnya ahli dalam bidang hadits.Adapun bersandar dengan meriwayatkan hadits hanya semata-mata melihat dalam sebuah buku yang penulisnya bukan ahli hadits, atau dalam ceramah-ceramah yang penulisnya (baca: penceramahnya?) tidak seperti itu, maka tidaklah halal.

Siapa yang melakukannya harus dita’zir dengan keras. Dan inilah mayoritas keadaan para penceramah. Hanya semata-mata mereka melihat dalah sebuah ceramah di dalamnya terdapat hadits-hadits, mereka pun menghafalnya dan berceramah dengannya tanpa mengetahui apakah hadits-hadits tersebut memiliki asal-usul atau tidak?

Oleh karena itu, wajib bagi hakim-hakim suatu negeri untuk melarang penceramah-penceramahnya dari melakukan hal semacam itu.”*

___________
*Dinukil Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rohimahulloh dalam muqaddimah Dho’if Al Adab Al Mufrod karya Al Imam Al Bukhori rohimahulloh” hal. 7 cet. ke-5 Darush Shiddiq KSA & Muassasah Ar Royyan Beirut. Allohua’lam. []

About Firman Hidayat Marwadi

Seorang penuntut ilmu yang semoga diberi keistiqamahan oleh Allah dalam setiap kebaikan.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: