//
you're reading...
Aqidah dan Manhaj

Faidah-Faidah Beriman Kepada Iman yang Enam

Oleh: Al ‘Allamah Ibnu ‘Utsaimin rohimahulloh

Aqidah tinggi yang mengandung pokok-pokok agung ini membuahkan faidah-faidah yang mulia lagi banyak bagi orang yang meyakininya.

Beriman kepada Allah, nama-nama, dan shifat-shifat-Nya membuahkan pada diri seorang hamba rasa cinta & pengagungan kepada Alloh yang menuntut untuk mengerjakan perintah dan menjauhi larangan-Nya.

Dan mengerjakan perintah Alloh Ta’ala dan menjauhi larangan-Nya dapat menggapai kebahagiaan yang sempurna di dunia & akhirat; baik bagi individu maupun masyarakat. “Siapa yang mengerjakan amal sholih baik laki mapun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman, pasti Kami akan menghidupkannya dengan kehidupan yang baik, serta akan Kami membalas pahala mereka dengan yang lebih baik dari apa yang mereka lakukan.” [An Nahl: 97]

Di Antara Buah Iman Kepada Para Malaikat, yaitu:
1. Mengetahui keagungan Khaliq-nya Tabaroka wa Ta’ala, kekuatan & kekuasaan-Nya.

2. (Dapat mendorong seseorang untuk) bersyukur kepada-Nya Ta’ala atas perhatian-Nya terhadap para hamba-Nya. Di mana Alloh telah membebankan kepada para malaikat itu; di antaranya ada yang tugasnya menjaga hamba-hamba itu, mencatat amalan-amalan mereka, dan selainnya yang menjadi kemasalahat bagi mereka.

3. Mencintai malaikat atas apa yang mereka tugaskan berupa beribadah kepada Alloh dengan bentuk yang paling sempurna, dan permohonan ampun (istighfar) mereka untuk orang-orang beriman.

Di Antara Buah Beriman dengan Kitab-Kitab, yaitu:
1. Dapat mengetahui kesih sayang (rahmat) & perhatian Alloh terhadap ciptaan-Nya, yang mana Dia telah menurunkan kitab atas setiap kaum yang dengannya Alloh memberikan petunjuk kepada mereka.

2. Nampaknya hikmat Alloh, yang mana Dia telah mensyariatkan atas setiap umat yang sesuai dalam kitab-kitab ini. Dan bahwa penutup kitab-kitab ini -Al Quran Al ‘Azhim- sesuai dengan seluruh makhluk (universal) di sepanjang zaman & tempat sampai hari kiamat kelak.

3. (Dapat mendorong untuk) bersyukur terhadap nikmat Alloh atas hal itu.

Di Antara Buah Beriman Kepada Para Rosul, yaitu:
1. (Dapat) mengetahui kasih sayang dan perhatian Alloh terhadap ciptaan-Nya, yang mana Dia telah mengutus para rosul yang mulia itu sebagai petunjuk & bimbingan (menuju surga-Nya -pent.)

2. (Dapat mendorong untuk) mensyukuri nikmat-Nya yang besar ini.

3. (Dapat mendorong untuk) mencintai & memuliakan para rosul-rosul itu, serta menyanjung mereka dengan selayaknya. Karena mereka adalah utusan-utusan Alloh dan hamba-hamba pilihan-Nya yang bertugas untuk beribadah & menyampaikan risalah-Nya, memberi nasihat kepada para hamba, dan bersabar atas gangguan mereka (tatkala berdakwah).

Di Antara Buah Beriman dengan Hari Akhir, yaitu:
1. (Dapat mendorong untuk) antusias melakukan ketaatan kepada Alloh Ta’ala, dan mengharapkan pahala ganjaran di hari itu. Menjauhi maksiat kepada-Nya karena takut dari hukuman di hari itu.

Penerjemah berkata:

“Buah pertama dari buah-buah beriman kepada hari akhir ini adalah bantahan dari Syaikh rohimahulloh terhap kaum shufi yang tidak membolehkan beribadah karena mengharap surga atau menjauhi maksiat karena takut neraka. Maka Alloh telah membantah mereka dalam beberapa ayat-Nya. Seperti firman-Nya dalaam rangka memuji para nabi-Nya, “Sesungguhnya mereka bersegera dalam kebaikan dan berdoa kepada Kami dengan harap-harap cemas.” [Al Anbiya’].”

2. Sebagai pelipur lara (penghibur) bagi orang mukmin atas keterluputannya dari kenikmatan & kesenangan dunia karena harapannya terhadap kenikmatan-kenikmatan & pahala di akhirat.

Di Antara Buah Beriman dengan Qodar, yaitu:
1. Bersandar kepada Alloh ketika melalakukan sebab-sebab. Karena sabab-musabbab itu dengan qodho’ & qodar Alloh.

2. Sebagai kelegaan jiwa & ketenangan hati. Karena kapan seseorang mengetahui itu semua atas qodho’ Alloh dan terjadinya apa tidak disukai itu bakal terjadi, tidak mungkin tidak, maka jiwa akan merasa lega & hati pun merasa tenang. Dia akan rela terhadap qadho’ Robb. Maka tidak ada orang yang hidupnya paling baik, jiwanya paling lega (tenang), dan yang ketenangannya paling kuat dari orang yang beriman dengan qodar.

3. Mengusir bangga diri ketika tercapainya keinginan. Karena ketercapaiannya itu merupakan nikmat dari Alloh yang telah Ia takdirkan sebab-sebab kebaikan & kesuksesan, maka seseorang akan bersyukur kepada Alloh atas hal itu dan meninggalkan bangga diri.

4. Menyingkirkan kerisauan & kegelisahan ketika luput dari menggapai keinginan atau mendapatkan yang tidak disukainya. Karena yang demikian itu dengan qodho’ Alloh Ta’ala yang kepunyaan-Nya adalah kerajaan langit-langit & bumi; dan itu bakal terjadi, tidak mungkin tidak. Maka dengan itu ia akan bersabar dan mengharap pahala. Dan kepada inilah Alloh mengisyaratkan dalam firman-Nya [dalam surah Al Hadid: 22 & 23]:

“Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semua telah tertulis dalam kitab (lauh mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Alloh. Agar kalian tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kalian, dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepada kalian. Dan Alloh tidak menyukai setiap orang yang sombong & membanggakan diri.”

Maka kita memohon kepada Alloh agar Dia meneguhkan kita di atas akidah ini, mewujudkan buah-buah ini untuk kita, dan menambahkan karunia-Nya untuk kita. Dan agar Dia tidak tidak mencondongkan hati-hati kita kepada kesesatan setelah Dia memberikan petunjuk kepada kita. Agar Dia mengaruniai kita rahmat-Nya. Sesungguhnya Dia Mahamemberi.

Segala puji hanya kepunyaan Alloh, Robb semesta alam. Semoga sholawat beriringan salam tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, dan para shahabatnya, serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Sempurnalah.

Ditulis oleh pengarangnya:
Muhammad Ash Sholih Al ‘Utsaimin
pada 30 Syawwal 1404 H.*

______________
* Akhir pembahasan dalam kitab Syarh ‘Aqidah Ahlissunnah wal Jama’ah (hal. 234-235) cet. ke-4 1431 H. Dar Ibnul Jauzi Cairo Mesir.

About Firman Hidayat Marwadi

Seorang penuntut ilmu yang semoga diberi keistiqamahan oleh Allah dalam setiap kebaikan.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: