//
you're reading...
Biografi Ulama

Syaikh ‘Abdul Qodir Al Mandili Al Makki

  •  Nama & Kelahirannya

Ia bernama ‘Abdul Qodir bin ‘Abdul Muthollib Al Mandili [atau Al Mandaili] Al Makki rohimahulloh. Mengenai nama ayahnya, terjadi perselisihan di kalangan penulis. Pentahqiq kitab Al Khozain As Saniyyah menetapkan ‘Abdul Muthollib sebagai nama ayahnya. Berbeda dengan Syaikh ‘Abdulloh Mirdad Abul Khoir yang menetapkan Shobir sebagai ayahnya. Entah mana yang lebih benar, karena tidak ada data-data yang mendukung untuk bisa saya jadikan refrensi penguat. Barangkali yang mendekati kebenaran adalah salah satu dari kedua nama ini (yaitu ‘Abdul Muthollib dan Shobir), ada di antaranya yang sebagai nama ayah dan kakek. Jadi, ‘Abdul Qodir bin ‘abdul Muthollib bin Shobir. Atau sebaliknya. Wallohua’lam.

Beliaudilahrirkanpadatahun 1322 H di kota yang iabernisbatdengannya, yaitu Mandailing yang terletak di Sumatera Barat, Indonesia.

Kota Mandailing ini terkenal dengan barisan para ulamadan penuntut ilmu (semacam kota santri atau pelajar) di Indonesia. Telah banyak meluluskan para penuntut ilmu, dan kepadanya banyak orang bernisbat (bernisbat Al Mandili).Ia (Mandailing) merupakan kiblatnya ilmu dan ulama, karena banyaknya madrasah-madrasah (baca: pesantren & langgar) dan banyak berdiri halaqat-halaqat kajian.

  •  Perjalanannya Menuntut Ilmu

Mula-mula ia menuntuti lmu di kampung halamannya, yang mana di sanalah ia tumbuh dan berkembang. Ia banyak mengambil faidah dari para ustadz di sana, terlebih tempat kelahirannya itu terhitung kiblatnya ilmu dan ulama.

Sebagaimana tradisi penuntut ilmu dalam rehlahnya menuntut ilmu, setelah banyak mengambil manfaat dari ulama negerinya, ia kemudian melawat ke berbagai penjuru. Ia pun bertinggal di Kedah Malaysia untuk meneguk mata air ilmunya dan mengambil man faat dari para ulamanya, dan saat itu ia masih belia. Selanjutnya ia masuk pesantren agama di desa Gajahmati selama mendekati lima tahun. Dari sanaia mempelajari ilmu-ilmu Islam dengan bahasa Melayu dan ‘Arab.

Selanjutnya pada sebauhtahun haji, Al Mandili meneruskan belajarnya di Makkah yang merupakan tempat suci yang didamba-dambakan setiap orang muslim karena selain kiblat ibadah juga kiblatnya ilmu pengetahuan. Di sana ia belajar terutama di Masjid Al Harom kepada ulama-ulama besar yang menonjol, seperti:

1. Sayyid Bakri Syatho. Darinya Al Mandili mempelajari sejumlah kitab dalam pelbagai cabangi lmu

2. Syaikh ‘Abdul Karim Ad Daghistani. Darinya Al Mandili mempelajari manthiq, ma’ani, bayan, falak, dan hadits.

Dengan sebab ketekunan dan keuletannya, Al Mandili mencapai drajat keilmuan yang tinggi dan menjadi masyhur dengannya.

  • Mengajar di Masjid Al Harom

Setelah bertahun-tahun meneguk ilmu dari para ulama-ulama di Makkah dan dianggap mampu untuk mengajar, maka beliau pun menyisihkan sebagian waktunya untuk mengajar ilmu-ilmu Islam.

Beliau mempunyai sebuah halaqat di Masjid Al Harom, tepatnya di Bab Al ‘Umroh.Halaqat ini merupakan kiblat bagi penuntut ilmu, teruta masantri-santri asal Asia Tenggara seperti Patani, Thailand, Malaysia, terkhusus lagi dari negerinya Indonesia.

Salah satudari santri-santri itu adalah Haji Isma’il bin ‘Abdurrohman Al Kalantani. Dari Al Mandili, Isma’il mempelajari kitab Al Luma’ fi Ushulil Fiqh karya AsySyirozi. Dalam kitab yang dipelajarinya itu, terdapat catatan-catatan penting dari Al Mandili. Slesai dipelajari pada hari Rabu 27 Shofar, bertepatan dengan 13 Agustus 1961 M.

  •   Karya-Karya Ilmiahnya

Syaikh ‘Abdul Qodir Al Mandili mempunyai saham ilmiah dalam dunia Islam berupa tulisan-tulisan yang bermanfaat. Di antaranya ada yang berbahasa Melayu, ada juga yang berbahsa ‘Arab, sperti:

  • تحفة القارئ المسلم فى الأحاديث المتفق عليها الإمام البخاري و الإمام مسلم, denganbahasa ‘Arab
  • HukmulIhrom min Jiddah, denganbahasaMelayu
  • SenjataTuk Haji (Silahul Muslim)
  • Perisai Bagi Sekalian Mukallaf
  • Penawar Bagi Hati
  • Pendirian Ugama Islam
  • Al Khozain As Saniyyah min Masyahir Al Kutub Al Fiqhiyyah li Aimmatina Al Fuqoha’ Asy Syafi’iyyah, ensiklopedinama-namakitabfikihsyafi’I beserta istilah-istilah madzhab (sudah dicetak oleh Muassasah Ar Risalah Beirut tahun 1425 H dengantahqiq ‘Abdul ‘Aziz As Sayib)
  •  Sebuah Peristiwa Hebat

Syaikh Abul Khoir Abdulloh Mirdad meriwayatkan dalam kitabnya yang diterbitkan dengan tajuk Al Mukhtashor min Nasyr An NurwaAzZuhar (277), pada suatu tahun terjadi hujan yang hebat di Makkah, bersamaan dengan itu terjadi lah banjir besar yang menghancurkan rumah-rumah, tentu saja salah satunya adalah kediaman Syaikh ‘Abdul Qodir Al Mandili. Dari situ, istri dan beberapa anaknya tertimpa runtuhan bangunan dan akhirnya wafat.

Selanjutnya, Syaikh Al Mandili mengadakan perjalanan ke Negeri Jawa, kemudian sebagian muhsinin membantunya dan akhirnya beliau kembali ke Makkah lagi.

  • Syaikh Al Mandili Wafat

Beliau wafatpada 23 Rojabtahun 1352, rohimahulloh.

Refrensi:

  • Al-Mandili, ‘Abdul Qodir. 1425. Al Khozain As Saniyyah min Masyahir Al Kutub Al Fiqhiyyah li Aimmatina Al Fuqoha’ Asy Syafi’iyyah. Beirut: Muassasah Ar Risalah An Nasyirun
  • Mirdad, AbulKhor ‘Abdulloh (w. 1343 H). 1406. Al Mukhtashor min KitabNasyrAnNurwazZuhar fi Tarojim Afadhil Makkah ikhtishor, tartib & tahqiq Muhammad Sa’id Al ‘Amudi & Ahmad ‘Ali. KSA: ‘AlamulMa’rifah
  • Ad-Dahlawi, ‘Abdussattar bin ‘Abdul Wahhab (1286-1355 H). 1430. Faidhul Malikil Wahhabil Muta’ali bi Anba’ Awail Al Qorn Ats Tsalit ‘Asyar wat Tawali. KSA: Maktabah Al Asadi
  • ‘Al-Mu’allimi, ‘Abdulloh bin ‘Abdurrohman. 1421. A’lamul Makkiyyin. KSA: Yayasan Al Furqon lit Turots Al Islami

About Firman Hidayat Marwadi

Seorang penuntut ilmu yang semoga diberi keistiqamahan oleh Allah dalam setiap kebaikan.

Diskusi

2 thoughts on “Syaikh ‘Abdul Qodir Al Mandili Al Makki

  1. apa gak salah thn meninggalnya?

    Posted by efrizon bin aziz | 16/09/2013, 4:22 am
  2. Barangkali yang saudara maksud ‘Abdul Qadir bin Shabir Al-Mandili, bukan ‘Abdul Qadir bin ‘Abdul Muthallib Al-Mandili (lihat pula http://jurnaltauhid.wordpress.com/2013/09/12/abdul-qadir-al-mandili-sang-pakar-hadits/#more-84) Lihat keterangan yang terdapat dalam Faidhul Malikil Wahhab karya Abdus Sattar Ad-Dahlawi. Keterangan lain bisa diperoleh dalam Al-Jawahir Al-Hissan karya Zakariya bin Abdullah Bela dan http://www.makkawi.com/Articles/Show.aspx?ID=215. Wallahua’lam..

    Posted by Firman Hidayat bin Marwadi | 16/09/2013, 1:08 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: