//
you're reading...
Kisah & Hikmah

Sikap Bijak Terhadap Ahli Bid’ah; Kisah Shobigh bin ‘Asal At Tamimi

Yahya bin Sa’id meriwayatkan dari Sa’id bin Al Musayyib, bahwasannya Shobigh At Tamimi mendatangi Amirul Mu’minin “Umar bin Al Khoththob rodhiyallohu ‘anhu. Dia berkata, “Hai amirul mu’minin, beritahukan aku tentang (firman Alloh), ‘Demi yang menerbangkan debu.’ (Adz Dzariyat: 1)?” “Dia (yang menerbangkan) adalah angina,” jawab ‘Umar, “Seandainya aku tidak mendengar Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam mengatakannya, niscaya aku tidak akan mengatakannya.”

Dia berkata lagi, “Beritahu tentang (firman Alloh), ‘Demi yang membawa beban berat (hujan).’ (Adz Dzariyat: 2)?” “Dia adalah awan,” jawab ‘Umar, “Seandainya aku tidak mendengar Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam mengatakannya, niscaya aku tidak akan mengatakannya.”

Dia berkata, “Beritahu aku tentang (firman Alloh), ‘Demi yang membagi-bagi urusan.’ (Adz Dzariyat: 4)?” ‘Umar menjawab, “Malaikat. Seandanya aku tidak mendengar Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam  mengatakannya, niscaya aku tidak akan mengatakannya.”

Dia berkata lagi, “Beritau aku tentang (firman Alloh), ‘Demi yang berjalan dengan mudah.’ (Adz-Dzariyat: 3)?” “Dia adalah kapal-kapal,” jawab ‘Umar, “Seandainya aku tidak mendengar Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam mengatakannya, niscaya aku tidak akan mengatakannya.”

Perawi berkata, kemudian dia (Shobigh) diperintahkan agar dicampuk seratus kali lalu diletakkan di sebuah rumah (dipenjara) sampai (luka cambukkannya) sembuh, dia dipanggil dan dicambuk seratus kali lagi. Kemudia dia dibawa di atas pelana angkutan.

Kemudian ‘Umar menulis surat kepada Abu Musa Al Asy’ari, agar ia diharamkan untuk bermejelis bersama manusia. Maka dia terus diperlakukan semacam itu.

Akhirnya Shobigh mendatangi Abu Musa Al Asy’ari dan bersumpah dengan sumpah mughollazhoh, bahwa ia sudah tidak lagi mendapatkan apa yang sebelumnya ia dapatkan di kepalanya (berupa mempertanyakan ayat-ayat mutasyabih dengan niat mendebat).

Abu Musa pun menulis surat untuk mengkhabari ‘Umar. Lalu ‘Umar menjawab, “Aku kira dia telah benar. Biarkan dia berbaur dengan manusia.”

(Kisah ini dibawakan oleh Ibnu ‘Asakir dalam Tarikhnya yang dinukil dari Al Hafizh Abu Bakr Al Bazzar & Ad Daruquthni)

 

[‘Aqidah Ahlissunnah wa Ashhabul Hadits (hal. 237-239), karya Imam Abu ‘Utsman bin ‘Abdurrohman Ash Shobuni Asy Syafi’i (373-449 H), dirosah & tahqiq Dr. nashir bin ‘Abdurrohman Al Jadi’]

About Firman Hidayat Marwadi

Seorang penuntut ilmu yang semoga diberi keistiqamahan oleh Allah dalam setiap kebaikan.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: