//
you're reading...
Firqah Sesat

Fakta Para Ulama Islam Memecat Madzhab Asy’ari & Maturidi dari Lingkaran Ahlussunnah wal Jama’ah!

Banyak orang menyangka bahwa Asy’ari adalah Ahlussunnah wal Jama’ah. Bahkan penganut madzhab Asy’ari mengklaim dan membajak secara dusta nama Ahlussunnah wa Jama’ah, sebagaimana ma’ruf di kalangan ahli ilmu dan penuntutnya. Di antara mereka adalah penulis kitab Al Bayan lima Yasyghulu Al Adzhan, Mufti Dr. ‘Ali Jumu’ah. Ia mengatakan, “Dan madzhab Ahlussunnah, yaitu Asy’ari & Maturidi, adalah madzhab yang jelas dalam seluruh bab-bab tauhid.”

Pernyatan yang lebih mencengangkan adalah shahabat-shahabat Nabi juga mermadzhab Asya’ri! Ketika penulis Al Bayan lima Yasyghulu Al Adzhan (hal. 181) ditanya apakah ‘aqidah para shahabat adalah Asy’ari? Ia pun menjawab tanpa merasa canggung, “Ya. Para shahabat itu beraqidah Asy’ari. Dan Asya’ariyyah merupakan sebuah lafazh yang dimaksudkan sebagai ‘aqidah para shahabat yang mulia.” Kita katakana, “Subhanaka hadza buhtan ‘azhim!”

Hal yang sama juga dilakukan KH Siradjuddin ‘Abbas dalam buku hitamnya, seperti I’tiqad Ahlussunnah wal Jama’ah, Thabaqatus Syafi’iyyah, 40 Masalah Agama, dan lainnya.

Di bawah ini adalah pernyataan-pernyataan tegas dari para ulama sebagai perwakilan dari kalangan Ahlussunnah wal Jama’ah bahwa madzhab Asy’ari bukan dari bagian Ahlussunnah wal Jama’ah:

  • Di antara yang menunjukkan bahwa Asy’ari bukanlah Ahlussunnah wa Jama’ah bahkan mereka adalah sebuah firqah yang berbeda dengan Ahlussunnah wal Jama’ah dalam masalah pokok-pokok (ushul) yang banyak adalah sebagian imam-imam Ahlussunnah mengingkari ushul-ushul mereka. Di antara mereka adalah Ibnu Suraij rohimahulloh dari kalangan Syafi’iyyah, yang semasa dengan Al Asy’ari. Beliau berkata, “Kami tidak sependapat dengan takwilnya Mu’tazilah, Asy’ariyyah, Jahmiyyah, Mulhidah, Mujassimah, Musyabbihah, Karomiyyah, dan Mukayyifah. Bahkan kami menerima (shifat-shifat Allah)  tanpa takwil dan mengimaninya tanpa tamtsil (menyerupakan).” [Ijtima’ Al Juyusy Al Islamiyyah (hal. 62)]
  • Imam Abul Hasan Al Karji Asy Syafi’i rohimahulloh mengatakan, “Imam-imam syafi’iyyah senantiasa tidak menyukai (memandang rendah) dan  enggan bernisbat kepada Asy’ari. Mereka juga berlepas diri dari madzhab yang didirikannya dan melarang shahabat-shahabat dan orang-orang yang mereka cintai dari berdekat-dekat di sekitarnya.”
  • Abul Hasan Al Karji rohimahulloh juga berkata tentang Abu Hamid Al Isfiroyini, “Sudah diketahui kerasnya Syaikh (Abu Hamid Al Isfiroyini) terhadap penganut ilmu kalam sampai-sampai beliau membedakan antara ushul fiqih Asy Syafi’i dari ushul Al Asy’ari. Abu Bakar Ar Rodzaqoni rohimahulloh menta’liq dengan pernyataan, “Dan ini pendapatku.” Abu Ishaq Asy Syirozi rohimahulloh juga mengikutinya dalam dua kitabnya, yaitu Al Luma’ dan At Tabshiroh. Sampai-sampai apabila pendapat Al Asy’ari bersamaan dengan pendapat teman-teman kami (se-madzhab), beliau akan membedakannya seraya berkata, “Itu adalah pendapat sahabat-sahabat (semadzhab) kami. Pendapat itu juga yang menjadi pendapat Al Asy’ari.” Beliau tidak menganggap Al Asy’ari sebagai bagian dari Syafi’iyyah karena enggan dengan mereka dan dari madzhab mereka dalam ushul fiqih, sebagai pengganti dari ushuluddin.

[At Tis’iniyyah (238-239), Syarh Al Ashfahani (V/31 Al Fatawa Al Kubro), Mukhtashor Al ‘Uluww li Adz Dzahabi, dan Ijtima’ Al Juyusy Al Islamiyyah karya Ibnul Qoyyim]

  • Di antara yang sudah kita ketahui bahwa penulis ‘Aqidah Thohawiyyah dan pensyarahnya adalah bermadzhab Hanafi. Imam Ath Thohawi rohimahulloh sendiri semasa dengan Al Asya’ari, menulis ‘aqidah ini untuk menjelaskan ‘aqidah Imam Abu Hanifah dan pengikutnya. Kitab ini serupa dengan kitab Al Fiqh Al Akbar. Mereka telah menukil dari sang imam bahwa beliau menegaskan kafirnya orang yang berpendapat, “Allah tidak berada di atas ‘Arsy atau bertawaqquf (tidak berpendapat) darinya. Sementara itu muridnya yang bernama Imam Abu Yusuf rohimahulloh telah memvonis kafir Bisyr Al Marisi.
  • Asy’ariyyah juga menafikan shifat ‘uluww (ketinggian Allah) dan mengingari keberadaan Allah di atas ‘Arsy. Diketahui juga bahwa pokok-pokok (aqidah) mereka terambil dari Bisyr Al Marisi. Periksa Siyar A’lam An Nubala’ (X/200-201) karya Adz Dzahabi, Al Hamawiyyah (hal. 14-15) karya Ibnu Taimiyyah, dan Manhaj Al Asya’iroh fi Al ‘Aqidah (hal. 11).
  • Semenjak Imam Ahmad memvonis bid’ah Ibnu Kullab dan memerintah agar menghajr mereka, dilah pendiri madzhab Asy’ari sejatinya, para menganut madzhab Hanbali terus saja bersama mereka dalam ‘peperangan’ yang panjang.
  • Berkata Ibnu Khouzir dari kalangan madzhab Malikiyyah, “Menerut Malik dan kawan-kawan kami (semadzhab), ahlul ahwa’ (pengekor hawa nafsu) adalah ahli kalam. Maka setiap mutakallim (ahli kalam) adalah ahlul bida’ wal ahwa’, entah itu Asy’ari ataupun selainnya. Persaksian mereka tidak akan diterima selama-lamanya dalam Islam.” [Jami’ Bayan Al ‘Ilm wa Fadhlih (II/117) karya Ibnu ‘Abdil Barr rohimahulloh]
  • Imam Ibnu Taimiyyah rohimahulloh dan Imam Ibnul Qoyyim rohimahulloh telah membantah (menyingkap kesesatan) Asy’ariyyah melalui sejumlah kitabnya.

Di antara karya-karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahulloh yang membantah mereka adalah:

  • Ø Dar’u Ta’arudh Al ‘Aql wa An Naql
  • Ø Bayan Talbis Al Jahmiyyah
  • Ø At Ts’iniyyah syarh Al ‘Aqidah Al Ashfahaniyyah
  • Ø Al Fat[a]wa Al Hamawiyyah
  • Ø An Nubuwwat (bantahan terhadap pendapat mereka tentang kenabian),
  • Ø Al Iman (bantahan terhadap pendapat mereka tentang iman)
  • Ø Al Qo’idah Al Marokisyiyyah
  • Ø Al Munazhoroh fi Al ‘Aqidah Al Wasithiyyah

Adapun kitab-kitab Ibnul Qoyyim rohimahulloh yang memuat bantahan terhadap paham As’ariyyah adalah:

  • Ø Mukhtashor Ash Showa’iq Al Mursalah
  • Ø Syafa’ Al ‘Alil
  • Ø Al Qoshidah An Nuniyyah
  • Ø Ijtima’ Al Juyusy Al Islamiyyah

Karena kegigihan kedua imam ini dalam menyingkap dan membantah paham doktrin Asy’ariyyah ini, sebagian Asy’ariyyah mengkafirkan Ibnu Taimiyyah dan menuduhnya kufur, zindiq, dan sesat. Di antara mereka adalah perkataan penulis Hawasyi ‘ala Syarh Al Kabir karya As Sanusi, “Ibnu Taimiyyah, penganut madzhab Hanbali yang terkenal, adalah zindiq dan kebenciannya terhadap agama dan pemeluknya tidak samar lagi.” Lihat buku Arkan Al Iman karya Wahbi Ghowanji, buku-buku & makalah-makalahnya serta buku Baro’ah Al Asy’ariyyin, dan buku Ibnu Taimiyyah Laisa Salafiyyan.

Bahkan mereka juga menilai kafir setiap orang yang berpendapat, “Sesungguhnya Allah Ta’ala dishifati dengan shifat ‘uluww.”

Cuplikan dari kitab Ar Rodd Al ‘Ilmi ‘ala Syubhat fi Al ‘Aqidah wa At Tashowwuf (hal.196-198) karya Dr. Ibrohim Abu Syadi

Kampus Al Hadi Sleman Yogyakarta

21: 37 WIB Jum’at, 17 Dzul Hijjah 1433 H

Ibnu Marwadi Al Marwadi

About Firman Hidayat Marwadi

Seorang penuntut ilmu yang semoga diberi keistiqamahan oleh Allah dalam setiap kebaikan.

Diskusi

9 thoughts on “Fakta Para Ulama Islam Memecat Madzhab Asy’ari & Maturidi dari Lingkaran Ahlussunnah wal Jama’ah!

  1. Pendapat kaum Wahabiah yang, yang memotong setengah2 tanpa menyambungnya.. dan seakan2 Wahabiah adalah penerus Nabi Muhammad. makanya begini jadinya kalau Wahabiah masuk ke Indo, jadinya semua kafir.

    Posted by intan | 13/01/2014, 7:44 pm
  2. Awak kebingungan.
    Awak kurang baca.
    Awak kurang buku.
    Awak hanya satu haluan.
    Awak hanya satu guru.
    Awak tersesat jalan hanya melalui akal oranglain.
    Yg mustahak sekali tidak ikhlas kerana Allah untuk mencari kebenaran.
    Maaf hanya kerana Nafsu……mari takut kpd Allah dan taat pd nya.
    Selamatkan diri dan keluarga kita dari Neraka Jahanam.

    Posted by Sadli Ali | 31/05/2015, 3:46 am
  3. tabiat wahabiyah suka merusak dan memotong-motong kitab ahlussunnah…cocoklah sebuah hadits bahwa wahabiyah adalah fitnah dari najd. Ya Allah lindungilah kami dan keluarga kami dari aqidah wahabiyyah dan aqidah sesat yang lain…

    Posted by agus w | 17/06/2015, 11:38 pm
  4. wah wah wah mudah benar label Asy’ari & Maturidi sesat , gila punya wahabi mujasimmah, wahabi mengatakan Allah swt itu ada tangan, kaki dan betul makhluk ini ajaran syaitan wahabi sama seperti yahudi dan nasrani, wahabi/khawarij lemah imam tambahan majnun ghulluw menterjemah quran dan sunnah tanpa isnad

    Posted by ILiveInSickCommunity | 04/11/2015, 5:09 pm
  5. Aqidah Wahabi/Salafi itu aneh. Membagi Tauhid jadi 3 yang saling bertolak belakan satu dengan yang lain.
    Memahami asma dan sifat Allah dengan makna zahir kecuali nama “Robb” & Sifat Rububiyah. Sehingga mereka mengatakan Allah punya tangan, punya wajah, istawa atas arasy. Tetapi untuk Sifat Rububiyah, Wahabi/Salafi tiba2 lupa dengan makna zahirnya yaitu Maha Memelihara dengan rahmat (Kasih Sayang). Yang diingat adalah jika ada Sifat Allah yang diakui orang kafir dalam Quran langsung diubah jadi Sifat Rububiyah, seolah2 itulah Sifat Rububiyah keseluruhannya. Banyak Sifat Rububiyah yang dita´thil dalam Tauhid Rububiyah yang melanggar Tauhid Asma wa Sifat ajarannya sendiri. Hanya agar dapat membuat kesimpulan orang kafir mengakui Tauhid Rububiyah. https://pemudade.wordpress.com/2015/10/06/anomali-tauhid-asma-wa-sifat-yang-memahami-sifat-allah-sesuai-lafaz-zahir-asma-dan-sifat-allah-kecuali-sifat-rububiyah/

    Dari Aqidah yang aneh ini, sikapnya jadi aneh. Mereka percaya tentang banyak hal kepada ahlinya kecuali dalam hal agama mereka tidak percaya Imam Mazhab dan Ulama pengikut Mazhab. Dalam hal kesehatan mereka percaya dokter. tidak tanya dalil atau mencoba belajar ilmu kedokteran sendiri. Tapi dalam hal agama mereka banyak tanya dalil tidak percaya kepada ulama termasuk Imam Mazhab. Bahkan mencoba belajar hadist dan Quran sendiri, hanya untuk membid ahkan amalan ASWAJA.
    https://pemudade.wordpress.com/2015/11/22/anomali-pengikut-tauhid-3-serangkai-yang-percaya-dengan-ahlinya-kecuali-kepada-imam-mazhab/

    Posted by Pemuda Desa | 27/12/2015, 8:31 am
  6. Allah dan RasulNya SAW telah memberi isyarat kepada kita semua akan kebenaran ASWAJA dengan suatu bukti nyata yang tidak dapat dipungkiri oleh siapapun, kecuali oleh mereka yang menutup dirinya dari kebenaran.
    Isyarat yang telah diberikan oleh Allah dan Rasulullah SAW adalah sebuah hadits yang terkenal

    Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

    لَتُفْتَحَنَّ الْقُسْطَنْطِينِيَّةُ فَلَنِعْمَ الْاَمِيرُ اَمِيرُهَا وَلَنِعْمَ الْجَيْشُ ذَلِكَ الْجَيْشُ

    “Sungguh akan terjadi Futuh Kota Konstantinopel di tangan Islam. Pemimpin yang berhasil melaksanakan Futuh itu adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.”

    Sudah diketahui bersama bahwa hadits ini sudah terbukti kebenarannya bahwa Konstantinopel sudah dibuka (futuh) oleh Umat Islam di bawah pimpinan Sultan Muhammad II yang digelari Al Fatih, yaitu Sultan ke-7 dari Kerajaan Usmaniyah pada tanggal 29 Mei 1453. Kota Konstatinopel kemudian diubah namanya menjadi Islambol (Islampol = kota Islam), yang sekarang dikenal dengan Istanbul. Sultan Muhammad Al Fatih dan tentaranya itulah yang disebut dan dipuji Rasulullah SAW 800 tahun sebelumnya. Jika Rasulullah SAW telah memuji seseorang atau suatu kelompok, tentulah benar Aqidahnya, kemas syariatnya dan elok pula akhlaknya.

    Aqidah Kerajaan Usmaniyyah adalah Ahlusunnah Wal Jama´ah Asy´ariyyah/Maturidiyyah. Umat Islam dalam menjalankan syariat di semua wilayah pemerintahannya mengikut salah satu dari Imam Mazhab. Dalam kerajaan diangkat Mufti dari setiap Mazhab untuk tempat bertanya bagi Umat Islam sesuai dengan Mazhabnya. Umat Islam hidup bertoleransi dalam berfiqih. Tidak pernah ada perpecahan sebab perbedaan Mazhab. Pengajian tasauf dan tariqat sangat banyak, bahkan para Sultan dan pembesar kerajaan pada umumnya bertariqat dengan bimbingan seorang Mursyid sebagai Murobbi.

    https://pemudade.wordpress.com/2015/12/01/isyarat-rasulullah-saw-membenarkan-aqidah-aswaja-asyariyyahmaturidiyah-berfiqih-dengan-bermazhab-dan-bertasauf/

    Posted by Pemuda Desa | 27/12/2015, 8:38 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: