//
you're reading...
Tazkiyatun Nufus

Laksana Bunga yang Akan Layu

      Allah ‘Azza wa Jalla menyebutkan dunia dengan ungkapan زَهْرَةُ di dalam Al Quran. Allah Ta’ala berfirman (QS Thoha: 131):

وَ لَا تَمُوْدَنَّ عَيْنَيْكَ إِلَى مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيْهِ

Dan janganlah kamu tunjukan pandangan kedua matamukepada kenikmatan yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan dari mereka, (sebagai) bunga (زَهْرَةُ ) kehidupan dunia agar Kami menguji mereka dengan (kesenangan) itu.”

Hal itu diibaratkan sebagai bunga yang kelak akan menjadi buah. Bunga, sebagaimana yang diketahui, yang sedang mekar itu nampak sekali indah dan menawan sehinggi setiap orang yang melihatnya akan tertarik untuk memetiknya. Benar, jika bunga tadi dipetik akan terasa indah dipandang, tapi tidak bias dimakan. Namun lihatlah beberapa saat berikutnya, ia akan layu dan tidak lagi sedap dipandang. Inilah hakekat kenikmatan di dunia yang tidak akan bertahan lama, bahkan akan fana dan binasa.

Akan tetapi jika mau sabar sedikit saja menunggunya, ia akan berubah menjadi buah yang lebih menawan lagi karena selain enak dipandang juga nikmat dimakan. Dan inilah hakekat kenikmatan akhirat. Allahua’lam. []

Berikut adalah komentar Syaikh ‘Abdurrohman bin Nashir As Sa’di rohimahulloh dalam tafsirnya yang bertajuk Taisir Al Karim Ar Rohman fi Tafsir Kalam Al Mannan, “Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu karena terkagm-kagum dan jangan kamu ulang-ulangi memandang keadaan dunia dan orang-orang yang menikmatinya karena memandangnya baik berupa makanan, minuman yang enak, pakaian mewah, rumah yang wah, dan wanita cantik, karena itu semua adalah bunga dunia yang merasa senang jiwa-jiwa tertipu, merasa kagum pandangan orang-orang yang berpaling, dan kaum zhalim yang menikmatinya –karena terputusnya pandangan mereka dengan akhirat-.

Kemudian (semua itu) akan segera pergi, berlalu semua, dan bahkan akan membunuh pecinta dan perindunya sehingga mereka akan menyesal, sedangkan penyesalan tidak akan berguna. Ketika mereka datang di hari kiamat akan mengetahui apa yang ada pada mereka dulu (berupa ketertipuan).

Kesengan dunia itu hanya Allah jadikan sebagai fitnah dan ujian, agar Dia mengetahui siapa yang menikmati dan tertipu dengannya, serta mengetahui siapa yang berbuat dengan sebaik-baik amalan. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْأَرْضِ زِينَةً لَهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا* وَإِنَّا لَجَاعِلُونَ مَا عَلَيْهَا صَعِيدًا جُرُزًا

“Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya. Siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya.” (QS Al Kahfi: 7)”

  • Pelajaran Syarh Riyadhush Sholihin bersama Al Ustadz Aris Munandar hafizhohulloh di Ma’had Hamalatul Quran ba’da zhuhur

About Firman Hidayat Marwadi

Seorang penuntut ilmu yang semoga diberi keistiqamahan oleh Allah dalam setiap kebaikan.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: