//
you're reading...
Fiqih dan Hukum

Hukum Mempelajari Bahasa Inggris

Oleh: Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rohimahulloh

Bahasa Inggris

Syaikh yang mulia rohimahulloh ditanya tentang hukum mempelajari bahasa Inggris dewasa ini?

Beliau menjawab: Mempelajari bahawa Ingris merupakan sarana. Jika Ana memerlukannya seperti sebagai sarana berdakwah kepada Allah, terkadang menjadi wajib mempelajarinya. Namun jika Anda tidak memerlukannya, jang

anlah Anda menhabiskan waktu dengan mempelajarinya, sibukkanlah dengan yang lebih penting dan manfaat.

Dan manusia saling berbeda keperluan mereka dalam mempelajari bahasa Inggris. Dan Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam telah memerintah Zaid bin Tsabit agar mempelajari bahasa Yahudi(1).

Maka mempelajari bahasa Inggris termasuk sarana jika Anda perlukan, Anda boleh mempelajarinya. Namun apabila Anda tidak memerlukannya, janganlah Anda menyia-nyiakan waktumu dengannya(2).

Di lain halaman di Kitab Al ‘Ilm terdapat soal(3) berikut: Syaikh -semoga Allah memberinya maghfiroh- ditanya: Apa pendapat tuan tentang seorang penuntut ilmu yang mempelajari bahasa Inggris, terlebih dipakai untuk berdakwah kepada Allah?

Kami berpandangan dalam mempelajari bahasa Ingris merupakan sarana, tidak diragukan, bahkan sarana yang baik jika untuk target yang baik, dan bisa menjadi jelek jika untuk tujuan jelek.

Akan tetapi sesuatu yang harus dijauhi adalah Anda menjadikan bahasa Ingris sebagai pengganti bahasa Arab. Sampai-sampai sebagian orang-orang bertujuan (buruk) yang saya anggap mereka ekor-ekor bagai selain mereka, mereka mengajarkan ucapan selamat selain ucapan selamat kaum muslimin kepada anak-anak mereka. Mereka mengucapkan: “Bay bay” ketika berpisah, dan selainnya. Karena mengganti bahasa Arab yang merupakan bahasa Al Quran dan bahasa termulia dengan bahasa ini (Inggris), maka ini haram. Adapun memakainya sebagai sarana dakwah -tidak diragukan- terkadang menjadi wajib. Dan aku tidak mempelajarinya, berangan-angan aku mempelajarinya dan aku menjumpai di sebagian waktu aku terdesak memerlukannya, sehingga tidak mungkin penerjemah mengungkapkan apa yang ada di hatiku secara sempurna.

Fotenote______________
(1) Hadits hasan. Dikeluarkan Imam Ahmad (V/186), Al Bukhori dalam Al Kabir (III/380 & 381), Abu Dawud (3645), dan At Tirmidzi (2715). Dinilai hasan oleh Al Albani dalam Ash Shohihah (187).
(2) Soal ke-18 dalam Kitab Al ‘Ilm (hal. 91), karya Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin, cet. Darul Ghodd Al Jadid Mesir, takhrij Sholahuddin Mahmud.
(3) Di soal ke-33.

About Firman Hidayat Marwadi

Seorang penuntut ilmu yang semoga diberi keistiqamahan oleh Allah dalam setiap kebaikan.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: