//
you're reading...
Fiqih dan Hukum

Bila Harus Memakan Buah yang Dilewatinya

pohon

Syaikh Dr. Sholih bin Fauzan bin ‘Abdulloh Al Fauzan hafizhohulloh wa ro’ah berkata:

“Siapa yang melewati buah-buahan kebun di pohonnya atau yang berjatuhan darinya sedangkan tidak ada tembok di sekelilingnya dan tidak juga ada penunggunya, maka ia boleh memakannya secara geratis tanpa membawanya. Yang demikian itu telah diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, Anas bin Malik, dan selainnya. Namun dia tidak perlu memanjat pohon, tidak pula melemparinya dengan sesuatu, dan tidak memakan dari buah yang dikumpulkan kecuali darurat.

Ringkasnya bagi orang yang melewati kebun, ia boleh memakann buahnya dengan beberapa syarat, yaitu:
Pertama, kebun itu tidak memiliki tembok yang mengelilinginya dan tidak memiliki penjagan.
Kedua, buahnya masih di pohon atau berjatuhan darinya, bukan bergerombol (dikumpulkan).
Ketiga, tidak perlu memanjat pohon, namun mengambilnya tanpa memanjat.
Keempat, tidak diperkenankan membawa darinya sedikit pun bersama yang dimakan itu.
Kelima, menurut mayoritas fuqoha’, jika orang itu memerlukan.

Apabila hilang satu syarat dari syarat-syarat ini, ia tidak diperbolehkan makan.”

(Al Mulakhkhosh Al Fiqhi (II/427-428) terbitan Darul ‘Aqidah Mesir)

 

[http://www.facebook.com/firmanhidayat.almarwadi.5/posts/119678974866481]

About Firman Hidayat Marwadi

Seorang penuntut ilmu yang semoga diberi keistiqamahan oleh Allah dalam setiap kebaikan.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: