//
you're reading...
Hadits Nabawi & Ilmunya

TermasuTanda-Tana Dekatnya Kiamat; Diangkat dan dicabutnya Ilmu, Nampaknya Kebodohan, dan Bencana-Bencana

Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Di antara tanda-tanda terjadinya kiamat adalah diangkatnya ilmu, menjamurnya kebodohan, diminumnya khomer, dan tersebarnya perzinaan.” [HR Al Bukhori & Muslim]

“Sesungguhnya termasuk tanda-tanda kiamat adalah diangkatnya ilmu, nampaknya kejahilan, menjamurnya perzinaan, diminumnya khomer, perginya (sedikitnya) laki-laki, tinggalnya wanita-wanita sampai-sampai 1 laki-laki banding 50 wanita.” [HR Al Bukhori, Muslim, At Tirmidzi, dan Ibnu Majah]

Al Hafizh Abu Zakariya An Nawawi berkata, “Sedikitnya laki-laki karena pembunuhan…” [Al Minhaj syah Shohih Muslim bin Al Hajjaj (VIII/438-439)]

Aku berkata, “Cocokkanlah dan perhatkanlah di beberapa negeri kaum muslimin semacam Palestina & Suria!”

Dari Abu Wail, ia menceritakan, “Aku duduk-duduk bersama Abdulloh dan Abu Musa. Keduanya berkata, ‘Bersabda Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam, ‘Sesungguhnya menjelang kiamat ada hari-hari yang mana diangkatnya ilmu, tersebarnya kebodohan, dan banyaknya haroj. Haroj adalah pembunuhan.” [HR Al Bukhori, Muslim, dan lainnya]

Abu Huroiroh berkata, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Zaman semakin dekat; dan ilmu diangkat, nampaknya fitnah-fitnah (baca: bencana-bencana dan semisalnya), ditanamkannya kebakhilan di hati-hati, dan banyaknya haroj.” Para shahabat bertanya, “Apakah haroj itu?” “Pembunuhan,” jawan Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam. [HR Al Bukhori, Muslim, dan Abu Dawud]

Dari ‘Abdulloh bin ‘Amru bin Al ‘Ash, beliau menuturkan, aku mendengar Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dari dada-dada manusia, namun Dia mencabut ilmu dengan mematikan ulama sampai ketika Dia tidak menyisakan seorang ulama pun, manusia menjadikan orang-orang bodoh sebagai tokoh-tokoh. Mereka pun ditanyai, mereka berfatwa tanpa ilmu. Mereka sesat dan menyesatkan.” [Al Bukhori, Muslim, At Tirmidzi, dan Ibnu Majah]

An Nawawi berkata, “Hadits ini menjelaskan kepada kita bahwa maksud dicabutnya ilmu di hadits-hadits lalu yang mutlak bukanlah dihapusnya dari dada-dada penghafalnya, akan tetapi maknanya ialah pengemban-pengembanya pada wafat, dan manusia menjadikan orang-orang bodoh (sebagai pemimpin) yang memutuskan dengan kejahilan mereka, mereka pun sesat dan menyesatkan.” [Al Minhaj (VII/441)]

Perhatian: yang dimaksud dicabutnya ilmu di sini adalah ilmu syariat, bukan ilmu keduniaan atau bahkan kedua-duanya sekaligus. Allohua’lam.

[http://www.facebook.com/firmanhidayat.almarwadi.5/posts/119481344886244]

About Firman Hidayat Marwadi

Seorang penuntut ilmu yang semoga diberi keistiqamahan oleh Allah dalam setiap kebaikan.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: