//
you're reading...
Fiqih dan Hukum

Wanita Manapun Haram Keluar Rumah Tanpa Keperluan

Imam Al Bukhori dan Imam Muslim mencatat sebuah hadits dari Ibunda ‘Aisyah rodhiyallohu ‘anha, beliau menceritakan:

“Adalah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam shalat fajar (dihadiri) bersama wanita-wanita yang beriman, mereka berselubung ‘muruth‘ (pakaian tanpa jahitan). Kemudian mereka pulang ke rumah. Tak seorang pun mengenal mereka karena gelap.”

Selanjutnya Ibunda ‘Aisyah rodhiyallohu ‘anha mengatakan, “Sekiranya Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam melihat keadaan seperti yang kita lihat, tentu beliau akan melarang mereka pergi ke masjid seperti halnya Bani Israil melarang wanita-wanitanya.”

Beberapa faidah buat hadits ini:
A. Kehadiran wanita-wanita di zaman Nabi yang menghadiri sholat berjamaah sangatlah tertutup ,bahkan tak seorang lelaki pun yang tahu siapa-siapa yang hadir, karena (1) gelanya keadaan dan (2) mereka hanya menghadiri sholat jamaaah dan nampaknya tidak zikir di tempat. Melihat keadaan semacam ini, Nabi meringankan hukum buat wanita, yaitu boleh yang sebelumnya ‘tidak’ boleh. Bandingkan dengan wanita saat ini!

B. Wanita-wanita tadi dengan sembunyi-sembunyi, namun mereka tetap menutupi diri (Jawa: krukupan) mereka dengan kain besar tak berjahit. Bandingkan dengan wanita di akhir zaman ini!

C. Keadaan bahwa tak seorang mengenal mereka menyebabkan ada tidaknya mereka sama saja. Sehingga kehadiran mereka tidak menimbulkan perhatian khusus di antara shahabat laki-laki lainnya. Maka di sini aman dari fitnah. Bandingkan dengan keadaan dewasa ini!

D. Berbeda di zaman Nabi, di zaman Ibunda ‘Aisyah keadaan semakin berkurang meski tidak parah-parah amat. Keadaan saat itu masih jauh lebih baik dari ratusan tahun terakhir kita ini. Namun demikian, Ibunda ‘Aisyah mengasumsikan bahwa sekiranya Nabi menyaksikan keadaan saat itu, pasti beliau melarang wanita-wanita menghadiri sholat berjamaah karena hanya akan bikin ‘gaduh’ dan fitnah.

E. Jika menghadiri sholat berjamaah yang jelas-jelas murni ibadah tetap saja dilarang, bagaimana pendapat Anda jika keluar rumah hanya untuk hal-hal yang tak ada sangkut pautnya dengan ibadah, atau yang mubah, atau bahkan hanya untuk sekedar cari-cari angin (Jawa: ngisis) dan pemandangan, atau bahkan nongkrong di pinggir jalan buat cari pacar???! Tentu jika ada orang yang masih berakal sehat akan segera mengatakan dengan tegas, “No! Tidak akan dan lebih utama dilarang!”

F. Ternyata umat sebelum umat ini, tepatnya Bani Israil, sudah jauh-jauh menjaga diri dari bahayanya fitnah wanita. Padahal Nabi mengatakan, “Sesungguhnya awal mula fitnah bani Israil adalah pada wanita.”

G. Ingatlah selalu pesan Nabi agar selalu waspada terhadap fitnah dan perangkap wanita, kapan pun di mana pun. Beliau juga pernah mengatakan, “Tidaklah aku meninggalkan fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki selain fitnahnya wanita.”

Bahkan karena hebat dan bahayanya fitnah wanita, sampai-sampai Sufyan rohimahulloh mengatakan, “Sekiranya aku diberi pilihan untuk menjaga amanat harta yang melimpah atau wanita hitam, tentu aku lebih memilih amanat harta saja.” atau perkataan semisalnya. Allahua’lam.

[http://www.facebook.com/firmanhidayat.almarwadi.5/posts/121327024701676]

About Firman Hidayat Marwadi

Seorang penuntut ilmu yang semoga diberi keistiqamahan oleh Allah dalam setiap kebaikan.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: