//
you're reading...
Biografi Ulama

Mengenal Syaikh Arsyad Ath Thowil Al Bantani Al Jawi

Satu lagi seorang ulama kenamaan asal Nusantara yang banyak berperan sebagai pengajar di Makkah. Ialah Syaikh Arsyad bin As’ad bin Mushthofa bin As’ad yang kondang dengan sebutan Ath Thowil, yang tinggi, Al Bantani Al Jawi.
Ia dilahirkan di Manis, sebuah daerah di Banten, pada 18 Dzul Qo’dah tahun 1255 H/1829M. Menyelesaikan Al Quran sedang umurnya masih terbilang belia. Selanjutnya ia diminta ayahnya untuk melawat ke Makkah saat umurnya mencapai 8 tahun. Maka ia pun melawat ke Makkah pada 1263 H. Ternyata di saat itu ia masih menjumpai Syaikh ‘Utsman bin Hasan Ad Dimyathi yang wafat pada 1263, ia pun meminta ijazah kepadanya dengan pengawasan ayahnya.

Ayahnya memperhatikan anaknya itu dengan perhatian yang besar, maka ia pun mengalihkan waktunya untuk mengajar anaknya. Maka Arsyad kecil pun mengkhatamkan Al Quran di hadapan ayahnya, juga selain itu membaca dasar-dasar ilmu fiqih dan nahwu. Selain itu, Arsyad juga menghadiri pelajaran-pelajaran Syaikh Ahmad Zaini Dahlan dalam disiplin ilmu fiqih, nahwu, dan sirah di Masjidil Haram.

Menghadiri kajian-kajian Syaikh Muhammad Nawawi bin ‘Umar Al Bantani dan juga membaca ilmu fiqih kepada Syaikh Abu Bakar Ad Dimyathi.

Membaca hadits kepada Syaikg Muhammad bin Husain Al Habsyi Al Makki dan anaknya, Syaikh Husain bin Muhammad Al Habsyi.
Membaca ilmu fiqih kepada Syaikh Muhammad Sulaiman Hasbullah Al Makki.

Di samping itu, Arsyad Thowil juga melawat ke Madinah dalam pengembaraannya menuntut ilmu. Berhaji berulang-kali dan menimba ilmu yang melimpah dari ulama-ulamanya dan ulama-ulama yang mendatanginya dari negeri-negeri timur dan barat sehingga memperolah ijazah berkali-kali.

Setelah sekian lama menuntut ilmu dan dianggap mumpuni dalam keilmuan, ia pun membuka halaqah ilmu sendiri. Di halaqahnya itu, Syaikh Arsyad Thowil mengajarkan ilmu fiqih, nahwu, dan ushul sehingga ia meluluskan sejumlah ulama.
Tentang sebab penamaannya dengan Thowil, si tinggi, maka beliau pernah ditanya tentangnya, beliaupun menjawab, “Bahwasannya di Makkah ada dua laki-laki dari ulama-ulama haji Jawi. Salah satu darinya bernama Arsyad bin Muhammad yang berperawakan pendek sedangkan yang lain adalah aku. Dan aku orang yang berbadan tinggi. Maka jama’ah haji pun saat mendatangi Jeddah dan penanggung jawab jika bertanya kepada mereka, ‘Di mana kalian singgah?’ Maka jika mereka singgah di tempatku mereka akan menjawab, ‘Arsyad Ath Thowil,’ namun jika mereka bersinggah di tempat kawanku mereka menjawab, ‘Arsyad Al Qoshir (yang pendek).’”

Pada tahun 1311, Syaikh Arsyad Ath Thowil bersafar ke Jawa dalam rangka menziarahi keluarganya. Ketika beliau masuk ke daerah Banten, terjadi di tahun itu sejumlah peristiwa antara kaum Muslimin dan kaum kuffar Budha. Maka pemerintah Belanda pun ikut campur dalam peristiwa itu untuk ‘mendamaikan’ namun ternyata justru malah tidak adil karena Belanda lebih condong membela kaum Budha. Oleh karena itu, kaum Muslimin berbondong-bondong angkat senjata melawan kaum kuffar dan banyak di antara mereka yang terbunuh. Seketika datanglah Belanda dengan kekuatan untuk melawan kaum Muslimin, maka tokoh-tokoh dari pihak kaum Muslimin, termasuk Syaikh Arsyad Ath Thowil, pun banyak yang tertangkap. Sebagian mereka ada yang diasingkan ke Menado.
Dan ia berusaha berulang kali kembali ke Makkah atau ke Banten yang (juga) diusahakan keluarga dan kerabatnya namun tidak mampu dan terlebih desakan dari pemerintah Belanda.

Syaikh Arsyad Ath Thowil meberikan nasihat kepada manusia di masjid-masjid dan mengajarkan pelajaran-pelajaran fiqih, nahwu, shorof, dan perkara besarnya sampai diangkat sebagai pemegang kehakiaman.
Adapun sifatnya, maka Syaikh Arsyad Ath Thowil luas pentelaahnya dan kaya akan ilmu dan menyebarkannya. Bagus dalam mengajar, berakhlak mulia, dan banyak mengahafal hikayat-hikayat dan peristiwa-peristiwa yang tidak terhitung jumlahnya.
Adapun karangan-karangannya, maka beliau memiliki tsbat besar yang indah. Di dalamnya Syaikh Arsyad menghimpun nama-nama gurunya dan apa-apa yang ia dengar berupa kitab-kitab dan hadits-hadits.

Syaikh Arsyad bin As’ad Ath Thowil Al Bantani Al Jawi wafat pada malam Senin 4 Dzul Hijjah tahun 1353 H/1935 H.

Sumber Mausu’ah A’lam (III/821-823) yang dikutip daru Tasyniful Asma’ bi Syuyukhil Ijazah was Sama’ 90-92 dengan petubahan.

About Firman Hidayat Marwadi

Seorang penuntut ilmu yang semoga diberi keistiqamahan oleh Allah dalam setiap kebaikan.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: