//
you're reading...
Hadits Nabawi & Ilmunya

Membaca Hadits dengan Bertajwid?

Al-Badiri –rahimahullah– berkata dalam akhir syarahnya terhadap Al-Manzhumah Al-Baiquniyyah, “Adapun membaca hadits dengan tajwid sebagaimana tajwidnya Al-quran maka dianjurkan. Sebab, sejatinya tajwid termasuk keindahan ucapan, bahasa orang ‘Arab, dan kefashihan dalam berbicara. Seluruh arti ini terhimpun pada diri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh sebab itu, siapa yang berkata dengan hadits beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, hendaknya ia memperhatikan apa yang diucapkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Muhammad Jamaluddin Al-Qasimi –rahimahullah– berkata, “Dan tidak samar lagi bahwa tajwid termasuk tuntutan bahasa ‘Arab karena termasuk dzat sifat. Sebab, orang ‘Arab tidak berucap kecuali bertajwid. Maka barangsiapa yang berucap dengannya tanpa bertajwid, seakan-akan ia tidak berucap dengannya. Sebenarnya ia termasuk keindahan perkataan bahkan bagian dari dzatnya. Jadi, ia termasuk tabiat bahasa. Oleh sebab itu siapa yang meninggalkannya, maka ia telah terjerumus ke dalam perbuatan lahn jail. Karena orang ‘Arab tidak mengetahui perkataan kecuali secara bertajwid.”

( Priksa Qawa’id At-Tahdits min Funun Mushtalah Al-Hadits (hlm. 145-246), karya Muhammad Jamaluddin Al-Qasimi rahimahullah)

almarwadi.wordpress.com

About Firman Hidayat Marwadi

Seorang penuntut ilmu yang semoga diberi keistiqamahan oleh Allah dalam setiap kebaikan.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: