//
you're reading...
Aqidah dan Manhaj

Siapa Bilang Tawasul Haram, Ini Dalilnya (Sebuah Fakta yang Diselewengkan)

TawasulAllah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.” [QS Al-Maidah: 35]

Dalam tafsirnya yang bertajuk Maroh Labid li Kasyf Quran Majid atau juga biasa dikenal dengan judul At-Tafsir Al-Munir li Ma’alim At-Tanzil Al-Musfir ‘an Wujuh Mahasin At-Takwil (I/267), Syaikh Abu ‘Abdul Mu’thi Muhammad Nawawi bin ‘Umar Al-Bantani Asy-Syafi’i –rahimahullah– menjelaskan,

“{Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah}: dengan meninggalkan larangan-larangan

{Dan carilah jalan (wasilah) yang mendekatkan diri kepada-Nya}: dengan menjalankan perintah-perintah

{Dan berjihadlah di jalan-Nya}: yaitu di jalan penghambaan kepada-Nya dan jalan keikhlasan dalam mengenal dan berkhidmat kepada-Nya

{Supaya kamu mendapat keberuntungan}: memperoleh keridhaan-Nya dan kesuksesan dengankemulian-Nya.

Ketahuilah, bahwasannya seluruh pembebanan (taklif) itu terbatas dalam dua macam:

Salah satunya, meninggalkan larangan-larangan. Inilah yang diisyaratkan dalam firman-Nya, ‘Bertaqwalah kelian kepada Allah.’

Dan keduanya, mengerjakan perintah-perintah. Inilah yang diisyaratkan dalam firman-Nya, ‘Dan carilah jalan (wasilah) yang mendekatkan diri kepada-Nya.’

Dan yang dimaksud dengan mencari wasilah (yang dapat mendekatkan diri) kepada-Nya adalah memperoleh keridhaan-Nya. Yang demikian itu dengan peribadatan dan ketaatan. “

About Firman Hidayat Marwadi

Seorang penuntut ilmu yang semoga diberi keistiqamahan oleh Allah dalam setiap kebaikan.

Diskusi

2 thoughts on “Siapa Bilang Tawasul Haram, Ini Dalilnya (Sebuah Fakta yang Diselewengkan)

  1. Sepertinya belum lengkap penjelasannya. Mohon diteruskan ya bro.
    Syukron, kamsiah, thank you, terima kasih, suwun, hatur nuhun…

    Posted by Manhaj Ishlah | 12/05/2013, 5:26 am
    • Jika belum jelas, mungkin akan lebih diperjelas pada tulisan berikutnya.
      Tapi penjelasan secara umum, ayat yang mulia ini banyak disalahpahami oleh sementara banyak orang. Mereka menjadikan ayat ini sebagai dalih legalnya semua jenis tawasul, termasuk tawasul yang berbau kemusyrikan seperti ngemis di kuburan dan semacamnya. Padahah para ulama pakar tafsir mana pun tidak memahami demikian. Termasuk Syaikh Muhammad nawawi Banten -rahmatullah ‘alaih-. Menurut beliau, tawasul di sini adalah dengan melakukan ketaatan yang dengnnya dapat diraih keridhaan Allah Ta’ala. Allahua’lam. []

      Posted by Firman Hidayat bin Marwadi | 12/05/2013, 11:02 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: