//
you're reading...
Nasehat

Dibini Dulu Baru Dibina?

bungaPertanyaan:
Ada orang yang berpandangan, saya cari istri yang biasa-biasa saja, belum ngaji. Nanti setelah menikah baru nanti saya bina.
Jawab:
Jawabannya gemble. Ya nanti kalau berhasil, kalau nanti kemudian tidak berhasil?! Maka jangan gemble. Karena ingat bahwasannya istri akan menjadi ibu untuk anak-anak, anak-anak dari sisi suami ini. Kalau ibunya kemudian gagal dibina, kemudian bagaimana kondisi anaknya? Padahal paling banyak yang berinteraksi dengan anak-anak adalah ibunya. Ini adalah gemble yang sangat mengkhawatirkan. Maka cari istri jangan hanya melihat perempuan yang bisa dijadikan istri, namun ingat, cari juga pertimbangan perempuan yang bisa jadi ibu yang baik. Bukan hanya semata-mata berarti jadi istri, nanti dia segera jadi ibu. Kalau ibunya nggak beres, maka jangan berharap anaknya kemudian bisa begini dan begitu yang muluk-muluk.
[Jawaban ini disampaiakan Ustadzuna Aris Munandar –hafizhahullah– dalam sebuah pengajian yang direkam Konsultasi Syari’ah]

Tambahan:
Bagaimana jika dibina dulu baru dibini?
Jawab:
Jika dibina dulu baru dibina, maka sama dengan pacaran. Sebab, membina seseorang mengharuskan adanya komunikasi yang tidak jarang. Entah secara langsung atau via elektronik. Maka hubungan semacam ini sudah dinilai sebagai hal yang mengkhawatirkan yang dengannya setan turut serta menggelincirkan keduanya ke arah dosa dan kemaksiatan. Boleh jadi di awal-awal ia membina si calon pujaan benar-benar binaan. Misalnya diajari bahwa Islam itu mewajibkan wanita memakai pakaian yang longgar, berkerudung, tidak ketat, tidak memakai wewangian saat bepergian, dan seterusnya. Namun siapa yang akan menjamin akan terus semacam itu tanpa ada embel-embel kata yang berbau merah jambu? Dan realita membuktikan bahwa dua insan lain jenis yang berhubungan semacam ini tidak cukup “nanti ada kajian, ukhti”, “ayo sholat” atau “sudah baca Quran belum”, namun juga terkadang “sudah makan belum”, “lagi ngapain”, dan semacamnya. Walhasil, terjadilah pacaran terselubung dan setan pun tertawa lebar di belakang kedua insan yang tengah kasmaran ini dan akan segera merealisasikan rencana busuk dan liciknya. Wallahulmusta’aan.
Allahua’lam. []

About Firman Hidayat Marwadi

Seorang penuntut ilmu yang semoga diberi keistiqamahan oleh Allah dalam setiap kebaikan.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: