//
you're reading...
Biografi Ulama

Mengenal Ulama Wong Kito Galo

Ampera DoeloeDalam tulisan sebelumnya, saya sampaikan bahwa tidak disyaratkan untuk menjadi ulama harus berbangsa Arab. Bahkan Ibnu Khaldun mengakui bahwa mayoritas pengemban-pengemban ilmu syariat justru berasal dari kalangan non Arab. Selanjutnya saya berikan contoh ulama-ulama yang diakui dunia dari berbagai penjuru dunia yang berbangsa selain Arab, termasuk Indonesia. Nah, pada kesempatan kali ini, saya hendak mengaja warga facebook untuk menelusuri dan mengenal seorang ulama asal Sumatera Selatan.

Siapakah ulama yang dimaksud? Beliau adalah Syaikh Dawud bin ‘Abdullah Komering Al-Jawi. Biografi yang saya jadikan refrensi adalah sebuah literatur berbahasa Arab yang bertajuk “Al-Jawahirul Hissan fi Tarajim Al-Fudhala wal A’yan min Asatidzah wa Khallan” (I/299-300) karya Syaikh Zakariya bin ‘Abdullah Bela Al-Indunisi.

Penulis mensifati ulama wong kito galo ini dengan alim dan pakar ilmu fiqih. Dilahirkan di Bumi Komering pada 1313 H. Hidup di negeri ini dalam keadaan yatim yang diasuh langsung oleh sang ibu.

Ketika usianya sudah mencapai usia tamyiz, Dawud ikut serta bersama paman-pamannya dalam mencari nafkah hingga ia mencapai 17 tahun. Di usianya yang sudah dewasa itu, Dawud berhijrah dari negerinya menuju tanah suci guna menunaikan ibadah haji. Setelah ritual ibadah haji selesai, ia tidak langsung pulang ke negerinya, namun menatap di sana untuk menuntut ilmu. Maka ia pun mencurahkan segala kemampuannya demi ilmu.

Dawud ngaji Al-Quran kepada seorang ulama pakar qiraah, Syaikh Abdullah bin Hasan Bela Al-Indunisi. Adapun guru-gurunya yang lain ialah di antaranya:
1. Jamal Al-Maliki.
2. Mukhtar ‘Atharid Al-Bughuri.
3. Ahmad bin ‘Abdul Lathif Al-Khathib Al-Minangkabawi.
4. ‘Abdul Qadir bin Shabir Al-Mandili.
5. Muhammad ‘Ali bin Husain Al-Maliki.
6. Salim Syafi.
7. ‘Isa Rawas.

Kepada ulama-ulama di atas Dawud mempelajari ilmu bahasa Arab dan ilmu alat.

Untuk ilmu tafsir, dipelajarinya dari Al-Mandili. Adapun ilmu fiqih didapatnya dari sejumlah ulama semacam Sa’id Yamani, Umar Bajuned, Al-Bughuri, Al-Mandili, Ahid Al-Bughuri. Belajar ilmu hadits dari Umar Hamdan Al-Mahrasi, pakar haditsnya dua tanah suci, Mukhtar ‘Atharid, Al-Mandili, dan Al-Bughuri.

Setelah dipandang mumpuni, Syaikh Dawud bin Abdullah Komering Al-Jawi menerima amanah untuk mengajar di Masjidil Haram. Terhitung sejak 3 Rabi’ul Awwal 1347 H. Adapun materi yang beliau sampaikan meliputi bahasa Arab dan ilmu-ilmu keagamaan lainnya. Semoga Allah merahmatinya.

Pertama kali dipublikasikan: https://www.facebook.com/firmanhidayat.almarwadi.5/posts/201026813398363

About Firman Hidayat Marwadi

Seorang penuntut ilmu yang semoga diberi keistiqamahan oleh Allah dalam setiap kebaikan.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: