//
you're reading...
Fiqih dan Hukum

Meninjau “Ulang” Hukum Isbal

isbal

A. Pengertian isbal
Isbal ialah menjulurkan kain baik celana, sarung, dan semacamnya hingga melebihi mata kaki laki-laki.

B. Isbal ada dua macam:
1. Isbal karena sombong. Isbal semacam ini disepakati oleh seluruh ulama akan keharamannya.

2.. Isbal karena mengikuti kebiasaan suatu daerah tanpa disertai rasa sombong. Isbal semacam ini diperselisihkan oleh para ulama:
2.1. Makruh. Inilah pendapat yang dipegangi oleh Imam Asy-Syafi’i di Al-Umm, An-Nawawi di Riyadhush Shalihin, dan selainnya.

2.2. Haram. Inilah pendapat yang lebih kuat yang dipegangi sejumlah ulama semacam Umar bin Al-Khaththab –radhiyallahu ‘anhu– dan selainnya.

Al-Bukhari meriwayatkan bahwa ketika ada seorang pemuda membesuk Umar bin Al-Khaththab pasca penikaman yang dilakukan Abu Lu’lu’ Fairuz Al-Majusi, pemuda itu mumuji dan menyanjung serta menyebutkan jasa-jasa Umar. Ketika sang pemuda hendak beranjak meningalkan kamar Umar, tiba-tiba Umar melihat pakaian pemuda tadi melebihi mata kakinya. Dalam keadaan ususnya yang keluar dari perutnya, sang khalifah pun segera memangilnya seraya menasihatinya,

“Wahai anak pamanku, tinggikanlah pakaianmu. Karena sesungguhnya hal itu akan lebih membuat bajumu bersih dan lebih bertakwa kepada Rabb-mu.”

Pertama kali dipublikasikan: https://www.facebook.com/firmanhidayat.almarwadi.5/posts/201364010031310

About Firman Hidayat Marwadi

Seorang penuntut ilmu yang semoga diberi keistiqamahan oleh Allah dalam setiap kebaikan.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: