//
you're reading...
Bimbingan Islam

Tinggalkan Hal-Hal yang Bersifat ‘Enteng’!

Nasehat Syaikh Dr. Abdul Karim Amrullah –rahimahullah

Dalam muqaddimah bukunya yang ditulis dalam bahasa Arab, Asy-Syir’ah fir Radd ‘ala Man Qala Al-Qunut fi Shalatish Shub Bid’ah, Syaikh Dr. Abdul Karim Amrullah Al-Minangkabawi mengatakan:

“Adapun selanjutnya…
Sungguh telah bersilang pendapat dan berpecah umat di negeri kita Minangkabau khususnya dan Indonesia pada umumnya semenjak bertahun-tahun disebabkan silang pendapat di tengah ulama-ulama junior dalam permasalahan-permasalah kecil agama meski mereka ceroboh dalam membahas permasalahan-permasalahan yang besar. Mereka disibukkan dengan kebaikan-kebaikan yang sunnah (nawafilul khaerat) padahal mereka ceroboh terhadap berbagai kewajiban. Mereka meninggalkan mentelaah pokok yang merupakan pembantu di sepanjang masa dan mereka tidak berfikir terhadap igauan mereka dalam kesudahannya.

Mereka tidak mempedulikan terhadap apa yang akan terjadi di tengah orang-orang awam yang keras berupa saling memutus, membelakangi, dan bersengketa. Di antaranya ialah perselisihan mereka dalam qunut dalam shalat shubuh. Sebagian mereka mengataannya sunnah dan sebagian yang lain berpendapat bid’ah yang tidak seyogyanya dilakukan.

Dan telah sampai kepadaku berbagai pertanyaan berkaitan dengan permasalahan ini dari setiap sudut sementara aku diam tidak menggubrisnya dikarenakan perkara-perkara penting dan kewajiban yang menyibukkanku.

Namun ketika sebagian penuntut ilmu dari sebagian daerah mengkhabariku bahwa permasalah qunut telah menyampaikan mereka pada bermubalaghah dalam berkata-kata tanpa ilmu.

Mereka menghukumi bahwa bermakmum di belakang imam yang melakukan qunut adalah tidak boleh, karena ia pelaku bid’ah yang shalatnya tidak akan diterima sebagaimana riwayat dalam sebuah hadits.

Dan sesungguhnya sebab kosongnya masjid-masjid mereka dari shalat wajib jama’ah dan berpecahnya mereka dalam shalat-shalat jum’at ialah bahwa imam berqunut saat shubuh.

Maka karena sangkaan mereka yang rusak bahwa tidak boleh bermakmum dengannya di setiap shalat dan keyakinan mereka bahwa hal itu termasuk uzur yang membolehkan meninggalkan shalat berjama’ah dan shalat jum’at.

Aku pun terkejut heran terhadap berita yang mengejutkan ini dan berkobarlah api kecemburuan dalam hatiku yang terdalam, maka Allah pun membimbingku untuk menulis risalah ini agar aku jelaskan mana yang benar.”

Kita katakan: analogikanlah dengan problematika yang dihadapi umat dewasa ini!

Pertama kali dipublikasikan: https://www.facebook.com/firmanhidayat.almarwadi.5/posts/198681370299574

Artikel: almarwadi.wordpress.com

About Firman Hidayat Marwadi

Seorang penuntut ilmu yang semoga diberi keistiqamahan oleh Allah dalam setiap kebaikan.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: