//
you're reading...
Biografi Ulama

Baqir bin Nur Al-Jugjawi

ManuskripSaatnya kita menjelajahi dan melacak kehidupan salah seorang ulama masyhur asal kota pelajar, Yogyakarta. Siapakah kerangan? Dialah Syaikh Baqir bin Muhammad Nur bin Fadhil bin Ibrahim bin Ahmad Al-Jugjawi Al-Makki Asy-Syafi’i. Sebagaimana penisbatannya yang terkenal, beliau dilahirkan di Yogyakarta pada tahun 1306 H. Akan tetapi pertumbuhannya berlangsung di Makkah seiring misinya dalam menimba ilmu agama yang menjadi ciri khas santri-santri Jawa saat itu. Di mana kebiasaan orangtua lebih memilih kota suci Makkah sebagai tempat berlangsungnya pendidikan anak-anaknya daripada di negeri sendiri yang masih saja dijajah dan dikuasai penguasa kafir yang disebut Belanda. Maka pendidikan-pendidikan yang ada di sini pun kebanyakan lebih mementingkan rencana busuk mereka berupa pembodohan dan misionaris mereka daripada mencerdaskan orang pribumi. Sebab, pada dasarnya kaum muslimin di Indonesia saat itu dijajah bukan karena kelemahan mereka, namun lebih karena kebodohan dan kejahilan mereka terhadap Islam. Meskipun Islam sudah sejak lama mengakar di Indonesia, namun ajaran-ajaran nenek moyang semacam Hindhu, Budha, dan kejawen masih saja mencemari keagamaan mereka sehingga nampak adanya percampuran agama. Terkadang shalat, terkadang pula genduri arwah yang terkenal sebagai ritual agama Hindhu.

Di tanah suci, Baqir berguru kepada sejumlah ulama, di antaranya adalah:

  1. Syaikh Muhammad Mahfuzh bin ‘Abdullah At-Tarmasi
  2. Syaikh Ahmad bin ‘Abdul Lathif Al-Khathib Al-Minangkabawi
  3. Sayyid Husain bin Muhammad Al-Habsyi
  4. Sayyid Muhammad Salim As-Sirri

Demikian juga ia meriwayatkan dari beberapa ulama disrtai ijazah, seperti:

  1. Al-Qadhi Yusuf An-Nabhani
  2. Sayyid ‘Abdul Hayy bin ‘Abdul Kabir Al-Kitani
  3. Syaikh Abu Syu’aib Ash-Shiddiqi
  4. Sayyid Muhammad Amin bin Ridhwan Al-Madani

Selanjutnya Syaikh Baqir bin Muhammad Nur Al-Jugjawi diberi izin untuk membuka halaqah yang dijadikannya sebagai wahana untuk berkhidmat kepada para penuntut ilmu. Maka beliau pun mulai menyampaikan pengajiannya di Masjidil Haram dan juga di kediamannya sendiri. Dengan demikian, membuat para santri dari berbagai negeri yang melawat ke Makkah berguru kepadanya dan mempelajari sejumlah keilmuan, seperti: nahwu, sharaf, fiqih syafi’i, dan ushul fiqih. Dan beliau dikenal sebagai ulama yang pakar dalam bidang semua disiplin ilmu yang diajarkannya ini. Selain itu, beliau juga memiliki kesibukan dalam masalah hadits.

Syaikh Baqir pernah menulis sebuah naskah besar berupaka ensiklopedi biografi ulama-ulama Indonesia (Tarajim ‘Ulama Indunisia) yang layak untuk diperhatikan dan dikeluarkan di dunia biografi. Selain itu beliau memiliki tsbat bertajuk An-Nasyir fi Tsabt Baqir. Beliau wafat di Makkah pada tahun 1363 H di usianya yang ke-57 tahun. Semoga Allah merahmatinya.[1]


[1] A’lam Al-Makkiyyin (I/349-350).

About Firman Hidayat Marwadi

Seorang penuntut ilmu yang semoga diberi keistiqamahan oleh Allah dalam setiap kebaikan.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: