//
you're reading...
Fiqih dan Hukum

Rokok Menurut Mazhab Syafi’i

BujairamiOleh: Fadhilatul Ustadz Aris Munandar –hafizhahullah
Dalam Hasyiyahnya untuk Al-Iqna’ fi Hall Alfazh Abi Syuja’ (Tuhfatul Habib ‘ala Syarhil Khathib), Syaikh Sulaiman bin Muhammad bin ‘Umar Al-Bujairami (w. 1221 H) menuturkan:

قَوْلُهُ : ( وَيَحْرُمُ مَا يَضُرُّ الْبَدَنَ أَوْ الْعَقْلَ ) وَمِنْهُ يُعْلَمُ حُرْمَةُ الدُّخَانِ الْمَشْهُورِ لِمَا نُقِلَ عَنْ الثِّقَاتِ أَنَّهُ يُورِثُ الْعَمَى وَالتَّرَهُّلَ وَالتَّنَافِيسَ وَاتِّسَاعَ الْمَجَارِي .
ا هـ .
ق ل وَقَوْلُهُ : مَا يَضُرُّ الْبَدَنُ قَالَ الْأَذْرَعِيُّ : الْمُرَادُ الضَّرَرُ الْبَيِّنُ الَّذِي لَا يُحْتَمَلُ عَادَةً لَا مُطْلَقُ الضَّرَرِ شَوْبَرِيٌّ .

“Haram hukumnya mengkomsumsi semua yang membahayakan badan dan akal. Dari kaedah ini kita ketahui haramnya rokok karena dinukil dari sejumlah orang yang tepercaya bahwa rokok itu menyebabkan kebutaan, kegemukan, sesak napas dan melebarnya pembuluh darah. Yang dimaksud dengan hal membahayakan badan adalah semua yang menimbulkan bahaya yang nyata, normalnya fisik manusia tidak kuat menghadapinya, bukan hanya semata mata membahayakan fisik badan” [Hasyiyah Bujairimi ‘ala al Khathib 13/200, Syamilah]

Sementara itu, dalam Futuhatul Wahhaj bi Taudhih Syarh Manhajith Thullab atau Hasyiyah Al-Jamal ‘ala Al-Manhaj, Syaikh Sulaiman Al-‘Ujaili yang akrap dengan sapaan Al-Jamal (w. 1204 H) menyatakan sebagai berikut:

وَمِنْ الْبَنْجِ الْأَفْيُونُ وَجَوْزَةُ الطِّيبِ وَكَثِيرُ الْعَنْبَرِ وَالزَّعْفَرَانُ وَنَحْوُ ذَلِكَ مِنْ كُلِّ مَا فِيهِ تَكْدِيرٌ وَتَغْطِيَةٌ لِلْعَقْلِ ، وَإِنْ حَرُمَ تَنَاوُلُهُ لِذَلِكَ قَالَ شَيْخُنَا اللَّقَانِيُّ ، وَمِنْهُ شُرْبُ الدُّخَانِ الْمَعْرُوفِ الْآنَ قَالَ شَيْخُنَا وَهُوَ كَذَلِكَ وَلِي بِهِ أُسْوَةٌ فَقَدْ قِيلَ أَنَّهُ يَفْتَحُ مَجَارِي الْبَدَنِ وَيُهَيِّئُهَا لِقَبُولِ الْمَوَادِّ الْمُضِرَّةِ

“Termasuk banji [tumbuhan untuk bius] adalah apium, minyak ambar dalam jumlah yang banyak, za’faran dst yang merupakan materi yang bisa mengotori dan menutupi akal. Materi materi di atas haram dikomsumsi karena menutupi akal. Guru kami al Laqqoni mengatakan bahwa termasuk dalam hukum di atas yaitu haram merokok, satu aktivitas yang saat ini terkenal. Guru kami mengatakan bahwa hukum rokok itu seperti itu yaitu haram. Aku punya ulama pendahulu dalam masalah haramnya rokok. Ada yang mengatakan bahwa merokok menyebabkan pelebaran pembuluh darah sehingga badan mudah untuk menerima materi materi yang membahayakan tubuh.

وَيَنْشَأُ عَنْهُ التَّرَهُّلُ وَالتَّنَافِيسُ وَنَحْوُ ذَلِكَ وَرُبَّمَا أَدَّى إلَى الْعَمَى كَمَا هُوَ مُشَاهَدٌ ، وَقَدْ أَخْبَرَنِي مَنْ أَثِقُ بِهِ أَنَّهُ يَحْصُلُ مِنْهُ دَوَرَانُ الرَّأْسِ وَضَرَرُهُ أَكْثَرُ مِنْ ضَرَرِ الْمَكْمُورِ الَّذِي حَرَّمَ الزَّرْكَشِيُّ أَكْلَهُ

Rokok menyebabkan gemburnya badan, sesak napas dll. Bahkan terkadang menyebabkan kebutaan sebagaimana bisa kita saksikan. Ada orang tepercaya yang menuturkan bahwa merokok itu menyebabkan kepala pusing. Bahaya rokok itu lebih besar dibandingkan bahaya ‘makmur’ yang mengkomsumsinya dinilai haram oleh az Zarkasyi” [Hasyiyah Jamal-fikih Syafii- 2/116, Syamilah]

About Firman Hidayat Marwadi

Seorang penuntut ilmu yang semoga diberi keistiqamahan oleh Allah dalam setiap kebaikan.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: