//
you're reading...
Fiqih dan Hukum

Ketentuan Shalat Gerhana

gerhana

Pasal : [Pada Menyatakan Shalat Gerhana Matahari dan Bulan]

Adalah shalat gerhana sunnah muakkad. Seandainya luput mengerjakannya (dari waktunya), tidak bisa diqadha. Shalat gerhana matahari dan bulan dikerjakan 2 rakaat. Dalam setiap rakaat ada dua berdiri dengan memanjangkan bacaan dan ada dua ruku’ dengan memanjangkan membaca tasbih di dalamnya, tidak demikian dengan sujud (yang benar dalam sujud juga dipanjangkan, sebagaimana ruku’ sebelumnya. Maka dalam sujud pertama membaca tasbih sebanyak kadar 100 ayat dan pada sujud kedua sekadar 80 ayat, dan demikian seterusnya -editor). Setelah shalat imam berkhuthbah dengan dua khutbah. Dalam shalat gerhana matahari bacaan dilirihkan sedangkan dalam shalat gerhana bulan bacaan dikencangkan.

[Al-Ghayyah wa Al-Taqrib, Abu Syuja’ Ahmad bin Al-Husain Al-Ashfahani (w 593 H), editor Majid Al-Hamawi, Daar Ibn Hazm, cet. ke-4]

About Firman Hidayat Marwadi

Seorang penuntut ilmu yang semoga diberi keistiqamahan oleh Allah dalam setiap kebaikan.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: