//
you're reading...
Fiqih dan Hukum

Perbandingan Madzhab Tentang Hukum Qashar Shalat

musafirPara ulama berbeda pendapat dalam masalah qashar shalat. Apakah wajib atau rukhshah yang dianjurkan untuk dikerjakan?

Dalam hal ini setidaknya ada dua pendapat.

Pertama, boleh tidak. Mengqashar, namun mengqashar lebih afdhal. Inilah pendapat yang dipilih oleh Malik, Syafi’i, dan Ahmad.

Mereka berdalil dengan firman-Nya, “Tidak mengapa kamu mengqashar sebagian shalat.”

Kedua, Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa mengqashar shalat adalah wajib. Ini pula yang dipijaki Ibn Hazm. Mereka berkata, “Yang menjadi kewajiban musafir adalah 2 rakaat.”

Penulis [Taisir Al-‘Allam syarah ‘Umdah al-Ahkam] berkata, “Yang lebih utama bagi musafir adalah tidak meninggalkan qashar shalat sebagai bentuk ittiba’ Nabi dan keluar dari perbezaan ulama yang mewajibkannya. Ini juga yang lebih afdhal menurut umumnya ulama.”

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah sendiri dinukilkan dalam Al-Ikhtiyarat Al-Fiqhiyyah bahwa beliau menilai makruh meninggalkan qashar. Sementara dinukilkan dari Imam Ahmad, bahwa beliau tidak komentar tentang sahtidaknya orang yang meninggalkan qashar.

About Firman Hidayat Marwadi

Seorang penuntut ilmu yang semoga diberi keistiqamahan oleh Allah dalam setiap kebaikan.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: