//
you're reading...
Nasehat

Ikhlas dalam Menulis Status

Status Lucu
Ada banyak alasan dan motifasi orang menulis status di pesbuk atau berkicau di twitter. Selain banyak, alasan itu pun beragam warnanya.

Dari yang iseng, ngisi waktu luang, sampai dakwah. Dan motifasi terakhir ini yang bakal menjadi bahasan kita detik ini.

Memang pada awal kelahirannya, pesbuk dibuat untuk kepentingan menjalin hubungan antar kawan dan kerabat. Sementara wall yang disediakan di sana, berguna untuk memosting aktifitas keseharian.

Kalau lagi makan, biasanya ditulis, “Alhamdulillah, akhirnya makan juga.” Kalau sedang seneng, biasanya ubdate, “Hari ini gue bahagia banget.” Kalau lagi Be-Te, biasa diubdate, “Beeeeeee-Teeeee.” Sampaipun -maaf- buang air kecil pun, “Pipis ahh, currrr!!!” Bahkan ada yang tidak segan-segan meluapkan segala kepenatan hidup, kesedihan, kehancuran rumahtangga, kesialannya pun ditulis di sini.

Namun seiring bergulirnya waktu, orang mulai berfikir, melihat banyaknya pengguna pesbuk di dunia, alanglah baiknya jika pesbuk digunakan sebagai media menyebarkan dakwah Islam atau apa saja yang penting bermanfaat. Maka muncullah status-status yang bernuansakan Islam. Tujuannya agar orang mengerti hakekat Islam dan mampu mengamalkannya dengan baik. Tentu saja ini merupakan tindakan positif yang perlu dilestarikan dan didukung.

Semenjak itu, lahirlah group dan fanpage tertentu yang bertujuan mengajak warga pesbuk untuk bisa dengan sebaik-baiknya memahami Islam. Dari situ, mulai banyak orang menerima informasi tentang Islam yang sebelumnya sama sekali belum diketahuinya. Karena memang si empunya tak pernah bukan lain di internet selain pesbuk. Merekapun meresponnya dengan positif. Ada yang meng-like dan ada pula yang bersedia mengomentaris,”Subhanallah.” Atau, “Masya Allah,” atau, “Terimakasih,” dan seterusnya.

Terkadang pemilik status yang banyak dilike atau dikomentari menjadi senang, bahagia, dan semacamnya. Namun ada pula yang biasa-biasa saja.

Di sisi lain, orang yang statusnya banyak digemari orang, semakin rajin ubdate. Sementara ada orang yang ogah-ogahan buat status karena selama ini statusnya sedikit yang ngelirik atau bahkan nggak ada sama sekali.

Baik orang pertama maupun orang kedua, sama-sama dalam bahaya. Bahaya riya.

Ibnu ‘Utsaimin dalam Al-Qaul Al-Mufid menjelaskan, bahwa keadaan seorang dai yang ikhlas adalah tetap berdakwah meski sedikit pendengarnya. Ataupun banyak, ia tidak akan tertipu dengan banyaknya pendengarnya. Ia biasa-biasa saja. Jika banyak yang mendengarkan, maka alhamdulillah. Namun jika sedikit, tentu tak masalah, yang penting sudah berusaha menyampaikan kebenaran.

Fudhail bin ‘Iyadh pernah berujar, “Mengerjakan ibadah karena makhluk adalah syirik, sedangkan meninggalkan ibadah karena khawatir terjerumus pada riya adalah riya’. Dan ikhlas adalah jika Allah menyelamatkanmu dari keduanya.”

Oleh karena itu, mau sedikit ataupun banyak penglike atau pengcomentnya, hendaknya kita selalu bersikap biasa. Tidak mengurangi atau menambah tulisan hanya karena manusia. Niatkanlah karena Allah.

Ingat, bahwa Allah berfirman, “Dialah yang menciptakan kehidupan dan kematian agar Dia mengujimu. Siapakah yang paling baik amal perbuatannya.” ~QS Al-Mulk). Perhatikanlah! Allah tidak mengatakan, “Siapa yang paling banyak amalannya,” namun Dia berfirman, “Siapakah yang paling baik amal perbuatannya.” Menunjukkan bahwa sedikit beramal namun ikhlas dan benar lebih baik daripada banyak beramal namun tidak ikhlas dan salah.

Wallahua’lam.

@Semogabermanfaat.

About Firman Hidayat Marwadi

Seorang penuntut ilmu yang semoga diberi keistiqamahan oleh Allah dalam setiap kebaikan.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: