//
you're reading...
Nasehat, Refleksi

Jangan Setengah-Setengah!

teruslah-menuntut-ilmu
Di antara seian nasihat berharga Ustadzuna Amri Suaji yang masih terukir kokoh di memoriku adalah : “jangan setengah-setengah dalam melakukan suatu hal”.

Nasihat ini beliau sampaikan kepada kami di kelas 11 Aliyah sebelum pelajaran mushthalah hadits.

Adalah termasuk perkara yang perlu diperhatikan adalah tidak setengah-etengah dalam melakukan suatu hal. Ketika hati ini sudah terpaku pada pendidikan Islam, maka seyogyanya kegiatan itulah yang harus ditekuni hingga matang dan masak. Tidak boleh setengah-setengah. Karena jika setengah-setengah, yang akan terjadi hanyalah kesuksesan yang tak akan tergapai.

Hari ini kita belajar agama Allah, jangan kemudian terbesit dalam pikiran untuk melanjutkan studi di bidang ini dan itu.

Masih ingat, waktu itu beliau mencontohkan seorang mahasiswa Al-Azhar yang juga bercita-cita menjadi pemain sepak bola. Padahal dia sendiri sibuk kuliah di Al-Azhar. Namun karena keinginannya yang lain itu, ia pun sibuk pula berusaha menggapainya. Walhasil, belajar di kampus tersendat -kalau tidak terbenggalai-, menjadi pesepak bola pun tak juga tergapai.

Nasihat ini layak didengar ikhwah yang belajar di pesantren, terutama thullab Hamalatulquran yang tercinta.

Kenapa setelah sekian tahun belajar menekuni maddah diniyyah kemudian terbetik dalam hati untuk lepas darinya? Tidakkah lebih elok sekiranya apa yang dicapai sekarang dilanjutkan hingga benar-benar matang?

Ingin menjadi dokter? Dokter jasmani sudah banyak. Ingin menjadi polisi? Polisi pun sudah banyak, meski yang dipolisi-i tak juga kunjung aman.

Ada hal yang ternyata lebih ampuh untuk membuat lapisan penduduk bumi aman dan sehat. Apakah itu? Sekiranya umat benar-benar sadar akan undang-undang Rabbul ‘alamin. Tidak hanya rasa aman saja, kesehatan badan pun akan tercapai. Hal itu karena masing-masing individu bergerak karena iman yang kokoh dalam jiwa. Allah yang langsung mengontrolnya.

* Tentu saja nasihat di atas adalah bagian dari makna yang disampaikan beliau yang kemudian ditambah beberapa kalimat oleh penulisnya.

About Firman Hidayat Marwadi

Seorang penuntut ilmu yang semoga diberi keistiqamahan oleh Allah dalam setiap kebaikan.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: