//
you're reading...
Hadits Nabawi & Ilmunya, Nasehat, Refleksi

Mendudukkan Orang Sesuai Posisinya

شعر_الحكمةDari Abu Musa Al-Asy’ari –radhiyallahu ‘anhu-, beliau menuturkan, Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– bersabda:

إِنَّ مِنْ إِجْلَالِ اللهِ تَعَالَى إِكْرَامَ ذِي الشَّيْبَةِ، وَ حَامِلِ الْقُرْآنِ غَيْرَ الْغَالِي فِيْهِ وَ الجَافِي عَنْهُ، وَ إِكْرَامَ ذِي السُّلْطَانِ الْمُقْسِطِ

“Sesungguhnya di antara cara mengagungkan Allah Ta’ala ialah dengan memuliakan orang muslim yang sudah berumur, pengampu Al-Quran yang tidak berlebihan dan tidak pula ceroboh, serta menghormati pemerintah yang adil.”

Takhirj Hadits:

  1. Diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam Sunan-nya (no. 4843) pada Kitab: Al-Adab, Bab: Tanzilun nas manazilahum (memposiskan orang lain sesuai posisinya).
  2. An-Nawawi mengatakan, “Hadits ini berderajat hasan.”
  3. Dalam At-Talkhish (II/118), Ibnu Hajar menuturkan, “Isnadnya hasan.”

Penjelasan Hadits:

  1. Kesempurnaan ajaran agama Islam yang mana telah menjelaskan segala sesuatu yang berkaitan dengan apa saja yang dibutuhkan pemeluknya, baik kebutuhan di dunia maupun akhirat.
  2. Perhatian Islam yang begitu besar terhadap atika-etika berinteraksi sesame makhluk.
  3. Perhatian Islam yang besar terhadap keberlangan hidup dalam suhu keharmonisan.
  4. Kebenaran pribahasa Indonesia yang berbunyi “yang tua menyayangi yang muda, sedangkan yang muda menghormati yang tua.”
  5. Perintah mendahulukan orang yang lebih tua dalam segala sesuatu.
  6. Kesilapan anggapan sementara sebagian orang bahwa orang yang lebih tua semestinya mengalah dari yang lebih muda. Sedangkan dalam Islam, justeru sebaliknya, justeru yang muda harus mengalah daripada yang lebih tua. Demikianlah cara menghormati dan memposisikan orang pada posisi sesungguhnya.
  7. Keutamaan orang yang hafal Al-Quran sehingga ia harus selalu dihormati dan dimuliakan selama tidak terlalu berlebihan atau mengurangi hak Al-Quran.
  8. Penghafal Al-Quran diberi gelar hamilul Quran, yang berarti pengemban Al-Quran, karena tanggungjawabnya yang terlampau besar disbanding orang-orang yang tidak hafal Al-Quran.
  9. Bimbingan supaya menyikapi segala sesuatu dengan moderat; tidak terlalu berlebihan atau terlampau mengurangi porsi sesungguhnya. Dalam sebuah pribahasa disebutkan, “Perkara yang paling baik ialah pertengahannya.”
  10. Larangan mengurangi hak segala sesuatu. Allah berfirman, “Allah telah memerintah kalian supaya menunaikan amanah kepada orang yang berhak.”
  11. Bahaya berlebihan dalam segala sesuatu.
  12. Keutamaan pemerintah yang adil. []

About Firman Hidayat Marwadi

Seorang penuntut ilmu yang semoga diberi keistiqamahan oleh Allah dalam setiap kebaikan.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: