//
you're reading...
Firqah Sesat

Bukan Dalalilul Khairat, Tapi Dalalilul Munkarat!

bid-ah-innovationPenulis Dalail Al-Khairut, yang semestinya dinamakan Dalail Al-Munkarat, tidak hanya merangkai-rangkai sejumlah shalawat Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam– yang sama sekali tidak pernah Allah ajarkan, tidak pula dicontohkan Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, namun juga berusaha membuat rangkaian hadits-hadits palsu mengenai kelebihan shalawat yang dibuatnya.

Sebagai contoh, penulis berkata pada halaman ke-111 pada kitabnya itu, “Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– bersabda, ‘Barangsiapa yang membaca shalawat ini sekali saja, niscaya Allah akan memberinya pahala sebesar pahala haji mambrur dan pahala sebesar memerdekakan budak dari kalangan keturunan Nabi Isma’il –‘alaihissalam-.’”

Bahkan ia juga tidak sungkan-sungkan membuat hadits qudsi seperti yang ia sebutkan sendiri, “Allah Ta’ala berfirman, ‘Malaikat-Ku, ini adalah salah satu hamba-Ku yang paling banyak membaca shalawat kepada kekasih-Ku, Muhammad… Sungguh, Aku akan memberinya istana di surga setiap huruf shlawatnya.’”

Padahal, Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– dengan tegas mengatakan:

مَنْ تَعَمَّدَ عَلَيَّ كَذِبًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَده مِنْ النَّار

“Barangsiapa dengan secara sengaja berdusta atas namaku, maka hendaklah ia mempersiapkan tempat duduknya di neraka.” HR Al-Bukhari dan Muslim.

Al-Mughirah bin Syu’bah –radhiyallahu ‘anhu– meriwayatkan dari Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, bahwa beliau bersabda, “

إِنَّ كَذِبًا عَلَيَّ لَيْسَ كَكَذِبٍ عَلَى غَيْرِي فَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَده مِنْ النَّار

 “Sesungguhnya berdusta atas namaku tidak seperti berdusta atas nama selainku. Maka barangsiapa yang dengan sengaja berdus atas namaku, hendaklah ia mempersiapkan tempat duduknya di neraka.” HR Al-Bukhari dan Muslim.

Selain itu, jika diperhatikan buku yang ditulis orang shufi bernama Al-Jazuli itu banyak memuat ungkapan yang tidak sesuai dengan syariat Islam. Sebahagiannya ada yang bernilai syirik dan di sebahagian lain ada yang berbau wihdatul wujud (baca: manunggaling kawulo gusti). Hal ini misalnya tercermin dari beberapa shalawat yang dibuatnya dan nama-nama yang ia berikan kepada Nabi Muhammad yang semestinya itu hanya layak diberikan kepada Allah ‘Azza wa Jalla, seperti muhyi, mumit, munji, ghauts, ghayyats, muhaimin, kasyiful kurb (penghilang kesedihan), shahibul faraj (pemilik kebahagiaan), dan seterusnya.

Tidak hanya itu, ia kembali lagi membawakan hadits palsu. Katanya, “Dari ‘Ali bin Abu Thalib bahwasanya beliau berkata, ‘Aku mendengar Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam– bersabda, ‘Seorang hamba atau bangsa yang menulis sifatku –maksudnya namanya-…dsb, kemudian ia meletakkannya di rumahnya, maka rumah tersebut tidak akan didekati bencana, musibah, penyakit, virus, penyakit ‘ain, orang hasad, kebakaran, serta kerobohan. Rumah itu juga tidak akan tersentuh kefakiran, racun, kesedihan, dan kesempitan selama nama-namaku ada di rumah dan kediaman tersebut. begitu juga orang yang membaca dan mendengarnya.’”

ألا لعنة الله على الكاذبين

“Laknat Allah akan menimpa tukang-tukang dusta!”

Selain daripada itu, kitab Dalalil ini juga memuat berbagai doa dan zikir yang menganut faham tawasul pada orang yang sudah meninggal. Padahal tawasul semacam ini tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, tidak pula pernah dipraktekkan sekalipun oleh Salaf Shalih –radhiyallahu ‘anhum ajma’in-. Padahal mereka adalah kaum yang paling antusias mengamalkan sunnah, yang menunjukkan bahwa amalan semacam itu, bertawasul dengan orang yang sudah meninggal dan melalui kedudukan seseorang, tidak ada syariatnya. Sedangkan Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– pernah bersabda:

من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد

“Barangsiapa yang mengada-ada sesuatu dalam agama kami tanpa dasar, maka ia tertolak.”

Allah Ta’ala berfirman:

أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّهُ

“Apakah mereka mempunyai sekutu-sekutu (tandingan-tandingan Allah Ta’ala) yang membuat-buat syariat agama untuk mereka amalkan yang sama sekali tidak pernah Allah izinkan?!” (QS: 42: 21)

Bencana besar berikutnya yang dimuat dalam kitab Dalalil ialah sejumlah doa yang intinya mendukung serta memperkuat keyakinan wihdatul wujud, sebuah keyakinan yang pernah dianut oleh Al-Hallaj, Ibnu ‘Arabi, Syekh Sitti Jenar dengan ucapan kontroversalnya, “Manunggaling kawulo Gusti.” Artinya melebur dengan Tuhan.

Doa tersebut berbunyi:

اللهم اهب لنا التلقي منك كتلقي آدم منك الكلمات

Artinya: “Ya Allah, karuniakanlah ilmu yang datang langsung dari-Mu, sebagaimana Adam menimba kalimaat[1] dari-Mu secara langsung!” (Dalalil hlm. 187)

Doa ini bermaksud menelantarkan dan membuang syariat Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam-. Padahal para shahabat saja yang jelas-jelas merupakan manusia terbaik sepanjang sejarah peradaban umat manusia setelah para nabi dan rasul selalu menimba ilmu dan bermajelis bersama Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam-. Karena memang itulah jalan satu-satunya untuk memperoleh ilmu dan syariat. Adapun berangan-angan mengambil ilmu langsung dari Allah Ta’ala, maka itu hanyalah khayal dan igauan semata. Mustahil terjadi!

Sementara itu, penulis Dalalil juga sempat memuatkan dalam kitabnya ini doa yang isinya memohon kemakmusan, terlepas dari doa. Padahal maksum itu hanyalah milik para nabi dan rasul.

Doa itu berbunyi:

اللهم أكسنا من لدنك جلابيب العصمة تصحبها مكالمة… و علمنا نصير به كاملين في المحيا و الممات

Artinya: “Ya Allah, dari-Mu kami meminta Engkau memberi pakaian kepada kami berupa kemaksuman (terlepas dari dosa) serta kemampuan berdialog (dengan-Mu)… dan ajarilah kami supaya kami dapat menjadi orang-orang yang sempurna, ketika hidup maupun sesudah mati.” (Dalalil hlm. 180).

Beberapa doa diatas oleh penulis dimasukkan ke dalam kategori Hizb Syadzili. Setelah itu penulis membawakan hizm dengan model lain bernama Hizb Ad-Daur Al-A’la karang-karangan Ibnu ‘Arabi (bukan Ibnu Al-‘Arabi, ulama pakar fiqih madzhab maliki dan mufasir). Isinya pun tidak jauh dari doa-doa di atas. Bahkan bisa dikatakan lebih parah.

Di akhir hizm, Al-Jazuli membawakan pula Al-Qasidah Al-Munfarijah milik As-Subki yang menurutnya memiliki khasiat dapat meredam kesedihan dan kepiluan apabila dibaca seusai menunaikan shalat shubuh!?

Sebetulnya masih banyak lagi kekacauan-kekacauan yang termuat dalam kitab Dalalil Al-Khairat ini. Namun kiranya sedikit nukilan di atas sudah mewakili dari yang banyak itu. Sebab “orang yang cerdas akan langsung faha dengan cukup satu contoh, yang tidak bisa difahami oleh orang yang dungi meski didatangkan ribuan contoh.” Apalagi hati ini merasa teriris-iris dengan adanya shalawat-shalalawat buatan itu dengan diiringi berbagai khasiat menurut pembuatnya, yang sama sekali tidak diketahui oleh Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, tidak pula para Salaf Shalih.

Akhirnya, marilah kita renungi sejenak ayat dan hadits berikut:

  1. Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

إياكم والغلو في الدين فإنما أهلك من كان قبلكم غلوهم في الدين

“Jauhilah sikap ghulu (baca: berlebih-lebihan) dalam beragama. Sebab umat sebelum kalian itu hancur dan binasa hanya karena keghukuan mereka dalam beragama.” (HR An-Nasa’i, Ibn Majah, dan lainnya)

  1. Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

“Selanjutnya, sesungguhnya sebaik-baik ungkapan adalah Kitab Allah (Al-Quran), sedangkan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad. Sementara perkara yang paling jelek ialah sesuatu yang diada-adakan. Dan seluruh bid’ah itu sesat!” (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Wallahua’lam. []

[1] Allah berfirman:

فَتَلَقَّىٰ آدَمُ مِن رَّبِّهِ كَلِمَاتٍ فَتَابَ عَلَيْهِ

“Adam pun menerima sejumlah kalimat dari Rabb-nya sehingga ia pun bertaubat pada-Nya.” (QS: 2: 37)

About Firman Hidayat Marwadi

Seorang penuntut ilmu yang semoga diberi keistiqamahan oleh Allah dalam setiap kebaikan.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: