//
you're reading...
Fiqih dan Hukum, Hadits Nabawi & Ilmunya, Refleksi

Serial Syarah Arba’in: Dasar-dasar Agama Islam dalam Hadits Jibril (9)

فوائدFiqh Hadits Jibril:

  • Pada kisah yang dipaparkan Imam Muslim sebelum membawakan teks hadits terdapat beberapa faidah, antara lain:
  1. Bid’ah keyakinan bahwa tidak ada qadar mucul di Bashrah saat para shahabat masih bertebaran.
  2. Pencetus sekte Qadariyyah yang oleh Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam– dikatakan sebagai Majusinya umat ini adalah Ma’bad Al-Juhani.
  3. Bertanya dan merujuk kepada orang yang berilmu.
  4. Ketika terjadi permasalahan kontemporer, hendaknya segera dipecahkan hukumnya tidak malah dibiar berkepanjangan.
  5. Seyogyanya bagi jama’ah haji dan ‘umrah memanfaatkan keberadaan mereka di Makkah dengan menambah pengetahuan agama mereka.
  6. Tidak mengapa membarengi guru saat berjalan dan memanfaatkan momen tersebut buat menanyakan berbagai permasalahan.
  7. Anjuran mendermakan ilmu.
  8. Terkadang setan menyesatkan manusia melalui keyakinan-keyakinan sesat.
  9. Bahayanya bid’ah.
  10. Dianjurkannya berfatwa dan berbicara masalah agama dengan mendasarkan pada dalil yang shahih, bukan bualan omong kosong.
  11. Penjelasan tentang mulianya akhlak Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– yang biasa bermajelis bersama para shahabatnya. Walauapun status beliau sebagai makhluk termulia sejagad raya, namun tidak ada rasa canggung bermajelis bersama.
  12. Terkadang malaikat dapat berubah, dengan seizin Allah, wujud menjadi wujud bukan malaikat.
  13. Dorongan selalu beradab dalam setiap-setiap saat.
  14. Dianjurkan berpenampilan sebaik mungkin ketika hendak belajar dan mengajar. Diceritakan bahwa Imam Malik jika hendak mengisi pengajian, terlebih dahulu mandi, bersiwak, dan mengenakan parfum.
  15. Di antara metode menyampaikan pelajaran yang dianggap efektif adalah dengan diadakan tanya-jawab.
  16. Terkadang pertanyaan dilontarkan untuk mencari jawaban, namun terkadang bisa digunakan untuk metode mengajar. Hal serupa juga bisa disimak ketika Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– hendak memberi penjelasan apa itu ghibah. Sabdanya, “Apakah kalian tahu apa itu gibah?” Kemudian beliau bertindak menjawab pertanyaan tersebut. Seringkali metode semacam ini lebih membuat pendengar lebih memperhatikan daripada metode mengajar secara lepas.
  17. Islam diartikan sebagai amalan lahiriah.
  18. Iman ditafsirkan sebagai amalan hati.
  19. Ketika Islam dan Iman disebutkan dalam satu ungkapan, maka makna keduanya berbeda. Namun jika disebutkan sendiri-sendiri, maka maknanya mencakup amalan hati dan amalan lahiriah.
  20. Seyogyanya ketika melakukan sesuatu, dimulai dari yang terpenting baru yang penting.
  21. Rukun Islam ada lima.
  22. Rukun Iman ada enam.
  23. Rukun Ihsan ada satu.
  24. Ikhlas dan mengikuti petunjuk Nabi merupakan syarat mutlak diterimanya suatu amal ibadah. Jika salah satunya saja hilang, maka ibah tersebut tidak membuahkan pahala.
  25. Dorongan agar melakukan ibadah dengan khusyu’ dan ikhlas.
  26. Benarnya pribahasa yang berbunyi, “لا أدري نصف العلم” Artinya jawaban “saya tidak tahu” untuk pertanyaan yang memang tidak tahu jawabannya dianggap setengahnya ilmu.
  27. Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– tidak mengetahui hal yang ghaib kecuali melalui kabar dari Allah ‘Azza wa Jalla. Hal tersebut menjadi bantahan terhadap igauan sebagian kaum shufi yang meyakini bahwa Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– juga mengetahui yang ghaib.
  28. Tidak ada yang mengetahui kapan terjadinya kiamat kecuali Allah semata.
  29. Penjelasan betapa Allah meyayangi para hamba-Nya, yang mana Dia memberikan tanda-tanda sebelum datangnya hari kiamat besar.
  30. Bersegera melakukan amal shalih sebaik mungkin untuk menyongsong hari akhirat.
  31. Ketika menyampaikan pelajaran, guru diperbolehkan menggunakan perumpamaan. Di hadits Jibril di atas menggunakan perumpamaan seorang budak yang melahirkan tuannya sendiri sebagai gambaran tentang banyaknya anak-anak yang mendurhakai orangtuanya sendiri.
  32. Tidak mengapa seorang guru ngaji datang dan berdakwah tanpa diundang.
  33. Memanfaat momen berkumpulnya manusia untuk menyampaikan dakwah.
  34. Anjuran tidak memotong pembicaraan orang lain selama memungkinkan.

Allahua’lam. Semoga shalawat beserta salam tetap tercurahkan kepada junjungan baginda Muhammad, keluarga, shahabat, dan siapa saja yang komitmen menghidupkan ajarannya.

Perpustakaan Pribadi,

Belitang Madang Raya

Senin, 9 Syawwal 1435 H

Firman Hidayat Marwadi

About Firman Hidayat Marwadi

Seorang penuntut ilmu yang semoga diberi keistiqamahan oleh Allah dalam setiap kebaikan.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: