//
you're reading...
Fadhilah Amal, Fatwa Ulama

Seputar Bulan Rajab yang Sering Ditanyakan

ramadan-realmoon2 Oleh: Dr. Fahd bin Mathar Asy-Syahrani -hafizhahullah ta’ala-*

شهر رجب هو أول الأشهر الحرم التي قال الله فيها (فلا تظلموا فيهن أنفسكم) وباقي الاشهر الحرم هي : ذو القعدة ، وذو الحجة ، ومحرم

Bulan Rajab merupakan awal bulan-bulan haram yang Allah katakan, “…oleh karena itu, di bulan-bulan itu jangan kalian bersikap zhalim terhadap diri kalian sendiri…”

Sedangkan bulan haram lainnya ialah: Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, dan Muharram.

 قال قتادة : إن الظلم في الأشهر الحرم أعظم خطيئة و وزرًا، من الظلم فيما سواها، وإن كان الظلم على كل حال عظيما، ولكن الله يعظم من أمره ما يشاء

Qatadah mengatakan, “Kezhaliman yang dilakukan pada bulan-bulan haram merupakan kesalahan serta kekeliruan yang besar dibanding kezhaliman yang diterjang di bulan-bulan lainnya, meski dalam keadaan apa pun kezhaliman tetap dianggap sebagai sesuatu yang besar. Akan tetapi Allah membesarkan perkara-Nya sesuai kehendak-Nya.”

سميت هذه الأشهر حرماً لأمرين

لتحريم القتال فيها (إلا أن يبدأ العدو)
لأن حرمة انتهاك المحارم فيها أشد من غيرها

Bulan-bulan ini disebut haram karena dua alasan:

  1. Karena perang pada bulan-bulan itu diharamkan kecuali jika yang memulai dari pihak musuh.
  2. Karena keharaman yang dilanggar pada bulan-bulan itu dianggap lebih dahsyat daripada keharaman yang dilakukan di bulan-bulan lainnya.

 كلمة رجب تدل في اللغة على دعم شيء بشيء وتقويته، ومن هذا الباب: رجبت الشيء أي عظّمته، فسمي رجباً لأنهم كانوا يعظّمونه وقد عظمته الشريعة أيضا

Menurut etimologi, kata-kata “Rajab” memberikan makna mengokohkan serta menguatkan sesuatu dengan sesuatu yang lain. Dari sinilah kemudian muncul ungkapan: “rajabtu asy-syai-a” yang berarti aku telah membesarkannya. Sehingga bulan ini disebut bulan “Rajab” karena memang orang-orang ‘Arab benar-benar membesarkannya, dan demikian pula dengan syariat.

 لا يجوز تخصيص شهر رجب بعبادات لم يخصصها به الشرع

Tidak diperkenankan mengkhususkan amalan-amalan ibadah pada bulan Rajab yang tidak pernah dikhususkan oleh syari’at.

الله خالق الزمان يفضّل منه ماشاء وله حقّ التشريع فيشرع من العبادات مايشاء في الوقت الذي يشاء

Allah lah yang menciptakan masa. Ia mengistimewakan sebagian masa itu sesuai kehendak-Nya. Ia berhak menggariskan syariat. Ia pun mensyariatkan ibadah-ibadah sekehendak-Nya pada waktu yang diinginkan-Nya.

 أهل البدع يعتقدون ويخصون أياما معيّنة بعبادات دون أيّ دليل شرعيّ فهؤلاء ابتدعوا في دين الله ما لم يأذن الله به

Para pelaku bid’ah meyakini serta mengistimewakan hari-hari tertentu dengan berbagai ibadah tanpa dasar syari’at. Sehingga mereka telah merekayasa hal yang baru atas nama agama Allah yang sama sekali tidak pernah Allah izinkan.

 لا فضل لأي وقت على وقت آخر إلا ما فضله الشرع بنوع من العبادة، أو فضل جميع أعمال البر فيه على غيره

Tidak ada keistimewaan waktu tertentu dibanding waktu lainnya kecuali waktu yang memang telah diistimewakan oleh syari’at dengan suatu macam ibadah, atau seluruh amalan kebajikan yang diistimewkan oleh syariat di waktu itu dibanding waktu lainnya.

 لم يثبت في فضل صوم شهر رجب على سبيل الخصوص أو صوم شيء منه حديث صحيح

Tidak ada hadits shahih yang membicarakan keistimewaan berpuasa pada bulan Rajab secara khusus, atau puasa tertentu di bulan itu.

 قال ابن حجر: لم يرد في فضل شهر رجب, ولا في صيامه ولا صيام شيء منه معين, ولا في قيام ليلة مخصوصة فيه حديث صحيح يصلح للحجة . تبيين العجب (ص11)

Ibnu Hajar menjelaskan, “Tidak ada hadits shahih yang dapat dijadikan sebagai dalil terkait keistimewaan bulan Rajab, puasa di bulan itu, puasa khusus,  dan tidak pula shalat malam secara khusus pada bulan itu.” (Tabyin Al-‘Ajab hlm. 11)

قال ابن القيم رحمه الله : ” كل حديث في ذكر صيام رجب وصلاة بعض الليالي فيه فهو كذب مفترى ” المنار المنيف (ص96)

Ibnul Qayyim menyatakan, “Seluruh hadits yang menyinggung puasa dan shalat di sebagian malam-malam bulan Rajab berstatus dusta yang dipalsukan.” (Al-Manar Al-Munif hlm. 96)

 العتيرة هي ذبيحة كان يذبحها أهل الجاهلية في شهر رجب , وجعلوا ذلك سنة فيما بينهم كذبح الأضحية في عيد الأضحى

‘Atirah merupakan suatu istilah untuk hewan yang disembelih orang-orang Jahiliyah di bulan Rajab. Mereka menjadikannya sebagai kebiasaan di tengah-tengah mereka, seperti halnya sembelihan pada bulan ‘idul adha.

 جاءت أحاديث بالترخيص في فعلها أولاً ثم نهى عنها بقوله (لا عَتيرة)

Ada sejumlah hadits yang memberikan keringan menyembelih ‘atirah. Akan tetapi kemudian Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam– melarangnya. Katanya, ‘Tidak ada lagi yang namanya ‘atirah.’

 من بدع رجب: صلاة الرغائب وتكون في ليلة أول جمعة من رجب بين صلاتي المغرب والعشاء، وقد حذر منها العلماء وذكروا أنها بدعة ضلالة

Di antara bid’ah-bid’ah yang ada di bulan Rajab ialah shalat raghaib yang dilakukan pada malam Jumat pertama di bulan Rajab, antara maghrib dan ‘isya’. Para ‘ulama sudah mewanti-wanti bahwa hal semacam itu merupakan sebuah kebid’ahan yang sesat.

 قال النووي: قاتل الله واضعها ومخترعها, فإنها بدعة منكرة من البدع التي هي ضلالة وجهالة وفيها منكرات ظاهرة

An-Nawawi berkata, “Semoga Allah melaknat orang yang pertama kali menyelenggarakan dan merekayasanya. Sebab hal itu merupakan suatu kebid’ahan munkar yang tergolong sebagai salah satu bid’ah-bid’ah yang sesat dan jahil. Dalam pada perbuatan itu pun terdapat sejumlah kemungkaran yang nyata.”

 من بدع رجب قراءة قصة المعراج والاحتفال بها في ليلة (27) من رجبوتخصيص تلك الليلة بزيادة عبادة كقيام أو صيام أو ما يظهر فيها من الفرح والغبطة

Termasuk bid’ah di bulan Rajab ialah cerita dan perayaan Mi’raj yang diselenggarakan pada malam ke-27 bulan Rajab, serta adanya kekhususan memperbanyak ibadah pada malam itu, seperti dengan mengerjakan shalat, puasa, atau apa saja yang seakan nampak menggembirakan dan menyenangkan.

من البدع : تخصيص زيارة المقابر في رجب ، فالزيارة تكون في أي وقت من العام

Mengkhususkan ziarah kubur pada bulan Rajab termasuk perkara bid’ah. Sebab ziarah bisa dilaksanakan di waktu kapan pun.

 الأدعية التي تقال في رجب بخصوصه كلها مخترعة ومبتدعة

Doa-doa yang dipanjatkan pada bulan Rajab secara khusus, merupakan doa-doa yang direkayasa dan bid’ah.

 الواجب على المسلم تحرّي السنة وترك البدع والحذر البالغ من منازعة الله في حق التفضيل والتشريع.م.ن

Kewajiban bagi seorang muslim ialah mencari mana yang sunnah dan menjauhi mana yang bid’ah, serta benar-benar waspada dari menggugat Allah dalam hal tindakan pengistimwakan dan pennsyariatkan.

———–

  • Beliau merupakan satu-satunya dosen kami yang sempat banting setir dari seorang ‘askar (petugas keamanan atau poilisi) menjadi ulama yang berkonsentrasi di bidang ‘aqidah. Beliau berhasil meraih gelar S1, S2, dan S3 di Universitas Muhammad bin Su’ud Riyadh.

About Firman Hidayat Marwadi

Seorang penuntut ilmu yang semoga diberi keistiqamahan oleh Allah dalam setiap kebaikan.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: