//
you're reading...
Aqidah dan Manhaj

Turjumanul Mustafid Tafsir Pertama Kepulauan Nusantara

QuranAnda tahu, ini merupakan tafsir pertama yang ditulis secara lengkap di bumi Nusantara? Ya, setidaknya itulah yang dinyatakan oleh para sejarawan. Memang ada juga naskah tafsir yang ditemukan beberapa lama sebelum tafsir ini, namun itu hanya sebatas tafsir surat Al-Kahfi saja, tidak lebih.

Tafsir yang terkenal dengan nama “Turjuman Al-Mustafid” ini dikerjakan oleh seorang ulama besar Singkil Aceh bernama Syaikh Abdurrauf bin ‘Ali Al-Jawi As-Sinkili Al-Fanshuri –rahimahullah– yang kemudian disempurnakan oleh muridnya yang bernama Baba Ar-Rumi.

Yang ‘ajib dalam tafsir ini ialah penulis sangat memperhatikan perbedaan qiraat yang ada dalam ayat. Sehingga kerap kali dijumpai imbuhan perbedaan qiraat.

Sependek pengetahuan penulis, belum ada sarjana dan peneliti yang menganalisa alasan mengapa penulis selalu membubuhkan perbedaan qiraat. Lantaran itu penulis berusaha menganalisanya. Oleh karena itu, penulis katakan:

Turjumanul Mustafid

Salah satu edisi Turjuman Al-Mustafid yang dicetak di Bombay, India

Pembubuhan qiraat-qiraat tersebut memberikan isyarat bahwa disiplin ilmu qiraat tengah banyak digandrungi oleh masyarakat. Sebab, kebiasaan dan adat seorang penulis akan mengangkat tema kekinian sehingga dapat memenuhi kebutuhan dan hajat masyarakatnya. Dan ini merupakan salah satu alasan penulisan sebuah kitab dan buku.

Dengan demikian dapat diasumsikan bahwa masyarakat di saat itu bukanlah masyarakat awam walaupun mungkin masih banyak yang belum mampu berbahasa Arab. Namun ketidakmampuan mereka berbahasa Arab berbeda dengab ketidakmampuan masyarakat awam dewasa ini. Di masa itu walaupun ada orang yang buta bahasa Arab, namun banyak kosa kata dan perbendaharaan bahasa Arab yang mereka ketahui. Makanya tidak heran jika kitab yang ditulis dalam bahasa Melayu beraksatakan Arab sekalipun banyak menggunakan istilah Arab yang itu jika dibaca masyarakat awam saat ini akan merasa amat sangat kesulitan.

Kitab ini kali pertama dicetak di masa Othoman di Turki dengan tahqiq Syaikh Ahmad bin Muhammad Zaen Al-Fathani. Di kemudian hari, kitab ini mengalami cetak ulang di berbagai negeri semisal Mesir, Makkah, Bombai, Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Beirut.

 

About Firman Hidayat Marwadi

Seorang penuntut ilmu yang semoga diberi keistiqamahan oleh Allah dalam setiap kebaikan.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: