//
you're reading...
Biografi Ulama, Sejarah Islam

Ahmad bin Muhammad Zain Al-Fathani, Pemilik Lautan Ilmu

Salah satu karya Wan Ahmad Al-Fathani

Salah satu karya Wan Ahmad Al-Fathani

Kali ini kita sampai kepada salah seorang ulama besar asal Patani yang dielu-elukan oleh banyak orang di Asia Tenggara. Beliau adalah Syaikh Ahmad bin Isma’il Al-Jawi Al-Fathani Asy-Syafi’i.

Untuk mengetahui perjalanan hidupnya, sebaiknya kita persilahlakan Syaikh ‘Abdullah Mirdad Abu Al-Khair dalam Nasyr An-Nur wa Az-Zuhar fi Tarajim Afadhil Makkah min Al-Qarn Al-‘Asyir ila Al-Qarn Ar-Rabi’ ‘Asyar yang dicetak menjadi Al-Mukhtashar min Kitab Nasyr An-Nur wa Az-Zuhar dan Syaikh ‘Abdussattar bin ‘Abdul Wahhab Ad-Dehlawi As-Salafi dalam Faidh Al-Malik Al-Wahhab Al-Muta’ali bi Anba’ Awail Al-Qarn Ats-Tsalits ‘Asyar wa At-Tawali untuk menceritakannya. Keduanya berkata, “Ahmad bin Isma’il Al-Jawi Al-Fathani Asy-Syafi’i merupakan pendatang Makkah Al-Musyarrafah. Ia dilahirkan di negeri asalnya, Patani, pada tahun 1270 H.

Ketika umurnya mencapai enam tahun, ayahnya membawanya ke Makkah dan bertempat tinggal di sana. Ia pun merampungkan hafalan Al-Quran dan beberapa matan kitab dan didemonstrasikannya di hadapan para tokoh ulama di sana serta membacakan kitab pada mereka.

Kepada Al-‘Allamah As-Sayyid ‘Umar Asy-Syami Al-Biqa’i ia bermulazamah dan membacakan banyak kitab dalam pelbagai disiplin ilmu seperti bahasa ‘Arab, ushuluddin, ushul fiqih, tafsir, hadist, ma’ani, bayan, ‘arudh, dan selainnya kepadanya. Saat ia sudah pandai, Syaikh ‘Umar memberinya ijazah dan izin untuk mengajar. Maka ia pun mulai mengajar.

Beliau merupakan seorang yang ‘alim, mulia, dan penyair.

Selanjutnya beliau melawat ke Mesir dan menyantri juga kepada ulama-ulama waktu itu. Di sana ia tinggal selama kurang lebih tujuh tahun. Di tengah itu pula ia menjadi pentash-hih di salah satu percetakan yang terdapat di sana.

Kemudian ia kembali ke Makkah dan menekuni percetakannya sebagai pentash-hih kitab-kitab yang berbahasa Jawa (‘Arab pegon).

Beliau memiliki berbagai karya tulis. Aku telah melihat nazham taqrizh gurunya, Sayyid ‘Umar, terhadap karya tulisnya dalam ilmu bayan.”

Saya melihat Syaikh Ahmad Al-Fathani memberikan beberapa taqrizh berupa nazhm dalam beberapa kitab. Di antaranya adalah kitab Sabil Al-Muhtadin li At-Tafaqquh fi Amr Ad-Din, yang kemungkinan besar merupakan salah satu kitab dengan bahasa Melayu berhuruf ‘Arab yang pernah beliau tash-hih, karya Syaikh Muhammad Arsyad bin ‘Abdullah Al-Banjari Asy-Syafi’i dan hasyiyah I’anah Ath-Thalibin ‘ala Fat-h Al-Mu’in li Al-Malibari karya Syaikh Abu Bakar Syatha Ad-Dimyathi Asy-Syafi’i.[1]

[1] Al-Mukhtashar min Nasyr An-Nur wa Az-Zuhar (hlm. 109) dan Faidh Al-Malik Al-Wahhab Al-Muta’ali (I/220-221), dan A’lam Al-Makkiyyin (II/730). Pentahqiq Faidh Al-Malik juga menyebutkan bahwa biografinya juga terekam dalam Nazhm An-Nurar hlm. 161. “Dalam kitab itu,” kata pentahqiq kitab Faidh, “Muhammad Nashif mengimbuhkan dengan tulisannya, bahwasannya beliau (baca: Syaikh Ahmad Al-Fathani) wafat di Istambul. Namun ia tidak menyebutkan kapan wafatnya.”

About Firman Hidayat Marwadi

Seorang penuntut ilmu yang semoga diberi keistiqamahan oleh Allah dalam setiap kebaikan.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: