//
you're reading...
Biografi Ulama, Sejarah Islam

Kesaksian Jalaluddin Faqih Shaghir : Memandang Gerakan Paderi dari Sisi yang Berbeda (1)

gadangOleh: Indra Wahyu Wijaya

Pengantar

Selain “Naskah Tuanku Imam Bonjol”, sumber primer lain yang dapat memberikan gambaran kepada kita tentang gerakan Paderi adalah naskah yang ditulis oleh Faqih Shaghir yang oleh sebagian kalangan diberi judul “Surat Keterangan Syeikh Jalaluddin”. Naskah ini ditulis dalam aksara Arab Melayu dalam bahasa Minangkabau. Naskah ini pertama kali diterbitkan oleh Dr. J. J. Holander di Leiden,

Belanda pada tahun 1857 sebagai buku pelajaran bahasa Melayu (Maleisch Leesbook). Holander menerbitkannya bersumber dari 2 manuskrip. Pertama, dari tulisan Meursingge. Kedua, dari naskah koleksi yang telah dialihtulis oleh Dr. Lenting. Naskah ini kemudian diterbitkan ulang dengan telah dialihaksarakan ke dalam huruf latin oleh Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia pada tahun 2002 dengan pengawasan E. Ulrich Kratz dan Adriyetti Amir. Alhamdulillah perpustakaan kami diberikan kesempatan untuk menyimpan softcopy dari terbitan Malaysia ini.

Naskah ini sangat menarik, karena umumnya dijadikan senjata sebagian kalangan untuk menyerang metode dakwah gerakan Paderi. Serangan mereka terutama ditujukan kepada tokoh Paderi paling sentral dan sekaligus paling disegani : Tuanku Nan Renceh. Lebih jauh, gugatan atas gerakan Paderi ini kemudian ada yang sampai dengan tegas menuntut dicabutnya status Pahlawan Nasional kepada Tuanku Imam Bonjol, murid sekaligus pengganti dari Tuanku Nan Renceh dalam memimpin Paderi.
Profil Penulis
Sebelumnya perlu diketahui siapa itu Jalaluddin Faqih Shaghir, sang penulis naskah. Beliau adalah anak sekaligus murid dari Tuanku Nan Tuo dari Koto Tuo Ampek Angkek Agam, seorang ulama tasawuf yang sangat masyhur pada saat itu. Faqih Shaghir menceritakan tentang ayah dan gurunya dengan perkataan sebagai berikut :
“Fihak kepada Tuanku nan Tuho dalam nagari Kota Tuho, ialah mengambil ilmu daripada Tuanku di Kamang, dan Tuanku di Sumani´, dan Tuanku di Kota Gadang, dan Tuanku di Mansiang nan Tuho sekali, dan Tuanku di Paninjauan jua. Maka berhimpunlah ilmu mantik dan ma`ni, hadith dan tafsir, dan beberapa kitab yang besar2 dan sekalian yang pehasilkan ilmu syariat dan hakikat kepada Syekh kita Tuanku nan Tuho dalam nagari Kota Tuho semuhanya.” “Maka telah masyhurlah khabar Tuanku ulama yang kasyaf mehafazkan sekalian kitab, mehimpunkan sekalian faidah ilmu syariat dan hakikat, dan menyatakan perbedaan antara kafir dan Islam. Maka sebab itu banyaklah orang yang rindu dendam datang ke nagari Kota Tuho mengambil ilmu, mehafazkan sekalian kitab dan meminta´ petuah keputusan ilmu syariat dan hakikat.
Faqih Shaghir menceritakan gambaran naskah ini dengan mengatakan bahwa dengannya ia bermaksud menceritakan “asal kembang ilmu syari`at dan hakikat, dan asal teguh larangan dan pegangan, dan asal berdiri agama Allah dan agama Rasullah daripada awalnya lalu kepada akhirnya, lalu kepada perang hitam dan putih hingga keluar Kompeni Wolanda ke Tanah Darat ini adanya.”
Perkataan di atas menunjukkan kepada kita bagaimana berharganya naskah ini untuk memotret – paling tidak dari sudut pandang penulisnya – tentang bagaimana awal mula munculnya Gerakan Paderi di tanah Minangkabau. Dan memang seperti terlihat pada isinya, naskah ini lebih fokus menceritakan gerakan Paderi pada era Tuanku Nan Renceh dan Harimau Nan Salapan. Tak ada nama Tuanku Imam Bonjol (Peto Syarif) disana disebut-sebut karena memang Beliau adalah ulama Paderi generasi selanjutnya.

About Firman Hidayat Marwadi

Seorang penuntut ilmu yang semoga diberi keistiqamahan oleh Allah dalam setiap kebaikan.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: