//
you're reading...
Sejarah Islam

Ulama Aswaja: Wahhabi Penyebab Negara Aman (Menyoal Tuduhan Wahhabi Kaum Pembantai)

darahKebencian seseroang terhadap sesuatu memang kerap membuatnya bermudah-mudahan memfitnah. Adakalanya khabar yang betul-betul direka-rekanya tanpa ada sumbernya, atau sekedar khabar yang diterimanya dari orang-orang yang belum jelas keabsahannya. Inilah mengapa sebabnya banyak sekali fitnah yang disematkan pada dakwah Ahlussunnah wal Jama’ah, sebuah dakwah yang bertekad mengembalikan umat Islam pada ajaran murni Rasulullah -shallallahu ‘alaihi w sallam- tanpa ada campur tangan ajaran asing. Dari sekian banyak fitnah yang muncul itu ialah ungkapan KH Thabari Syadzili yang konon ulamanya Banten:

“Pada zaman dahulu di kota Mekkah keluarga Syeikh Nawawi bin Umar Al-Bantani (pujangga Indonesia) pun tidak luput dari sasaran pembantaian Wahabi. Ketika salah seorang keluarga beliau sedang duduk memangku cucunya, kemudian gerombolan Wahabi datang memasuki rumahnya tanpa diundang dan langsung membunuh dan membantainya hingga tewas. Darahnya mengalir membasahi tubuh cucunya yang masih kecil yang sedang dipangku oleh beliau.

Sedangkan keluarganya yang lain di golongan laki-laki dikejar-kejar oleh gerombolan Wahabi untuk dibunuh. Alhamdulillah mereka selamat sampai ke Indonesia dengan cara menyamar sebagai perempuan.”

Ucapannya itu betul-betul dikeluarkannya tanpa merujuk refrensi yang valid. Entah dicomotnya dari halusinasinya ataukah dari konon-katanya. Yang jelas ungkapan itu muncul dari kebenciannya yang berlebihan pada dakwah tauhid.

Baiklah. Untuk membantah dan menelanjangi fitnah kotor itu, mari sejenak kita bersama-sama mendengarkan dengan seksama saksi sejarah dakwah tauhid di masa Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab –rahimahullah- (1115-121206 H). Saksi sejarah itu bernama Syaikh Utsman bin Sind bin Rasyid Al-Bashri (1180-1242 H), seorang ulama multitalenta yang beraqidah asy’ariyyah. Kata beliau:

ومن محاسن الوهابيين أنهم أماتوا البدع . ومن محاسنهم أنهم أمّنوا البلاد التي ملكوها ، وصار كل ما صار تحت حكمهم من هذه البراري والقفار يسلكها الرجل وحده على حمار ، بلا خفر ، خصوصًا بين الحرمين الشريفين . ومنعوا غزو الأعراب بعضهم على بعض ، وصار جميع العرب – على اختلاف قبائلهم – من حضرموت إلى الشام – كأنهم إخوان ، أولاد رجل واحد وهذا بسبب قسوتهم في تأديب السارق والقاتل والناهب ، إلى أن عُدم هذا الشر في زمان ابن سعود ، وانتقلت أخلاق الأعراب من التوحش إلى الإنسانية ، وتجد في بعض الأراضيالمخصبة ، هذا بيت عنزي ، وبجنبه بيت عتيبي ، وبقربه بيت حربي ، وكلهم يرتعون كأنهم إخوان

“Di antara positifnya kaum Wahhabi ialah mereka telah memusnahkan bid’ah-bid’ah, menjamin keamanan pada setiap negeri yang mereka kuasai sehingga setiap orang di bawah kekuasaan mereka yang melintas padang pasir yang berpenduduk dengan keledainya akan merasa aman dari penjegal, terutama perjalanan antara Makkah dan Madinah. Mereka juga menolak dan melarang orang-orang badui saling bertengkar.

Lantaran itu seluruh orang-orang Arab dengan beragam sukunya dari Hadramaut hingga Syam sakan-akan bersaudara; anak-anak dari satu bapak. Hal ini karena kaum Wahhabi sangat kerasa dalam menanggulangi para pencuri, tukang bunuh, dan perampok. Bahkan kejahatan ini sampai hilang sama sekali di zaman Ibnu Su’ud. Kebiasaan orang-orang Arab badui yang sangat buas itu berubah menjadi penuh dengan pri kemanusiaan.

Anda pun akan mendapati sebagian tanah subur yang dihuni keluarga ‘Anazi dan keluarga ‘Utaibi bertetangga dengan keluarga Harbi yang kesemuanya sama-sama hidup di sana sakan-akan bersaudara.”

Mukhtashar Mathali’ As-Su’ud hlm. 80-81.

Sekarang silakan bandingkan riwayat yang dibawakan KH Thabari Syadzili -semoga Allah menunjukinya jalan kebenaran- yang hidup jauh dari masa Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab dengan saksi sejarah Syaikh ‘Utsman bin Sind Al-Bashri.

About Firman Hidayat Marwadi

Seorang penuntut ilmu yang semoga diberi keistiqamahan oleh Allah dalam setiap kebaikan.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: