//
you're reading...
Aqidah dan Manhaj, Fatwa Ulama

M. Hasbi Ash-Shiddieqy: Bid’ah Hasanah Tidak Bisa Membungkus Amalan Tak Berdalil

Bid'ahPenjelasan yang begitu menawan berkaitan dengan bid’ah saya jumpai dalam sebuah buku yang tak sengaja saya lihat di sebuah toko di bilangan Yogyakarta. Judulnya cukup kontras dengan fenomena yang banyak terjadi di negeri ini. Judul buku itu tak lain adalah “Keriteria Sunnah & Bid’ah” karya seorang ulama besar Indonesia bernama Prof. Dr. Teungku Muhammad Hasbi bin ‘Abdul ‘Aziz Ash-Shiddieqy.

Selama ini ini mungkin penjelasan bid’ah yang terdengar hanya muncul dari ulama-ulama Timur Tengah. Banyak buku-buku mereka dalam bab ini yang diterjemahkan besar-besaran di Indonesia sebab memang Indonesia masih bergentayangan ritual-ritual yang berbau bid’ah.
Sehingga buku mengenai penjelasan bid’ah yang ditulis langsung oleh anak negeri yang saya dapatkan ini sungguh sangat menarik perhatian saya. Apatah lagi ketika penulis buku itu memaparkan pada halam ke-69,

“Hanya yang kita sesali, ialah sikap kebanyakan mutafaqqihin sekarang, yang apabila kita bid’ahkan sesuatu pekerjaannya, langsung berperisai dengan bid’ah itu terbagi, dan perbuatanku ini bid’ah hasanah!kriteria-sunnah-bidahYang perlu ditegaskan adalah sesuatu ibadah yang tidak dikerjakan Nabi dan tidak masuk ke bawah kaidah agama, baik oleh orang yang menggolonghkan bid’ah kedalam lima, maupun oleh yang tidak menetapkan bahwa kita boleh beribadah dengan cara itu.

Menggolongkan bid’ah kepada lima ataupun sepuluh, tidak dapat dijadikan untuk membaguskan pekerjaan yang dikerjakan sebagai ibadah, jika tidak mempunyai dalil yang memerintahkannya.”

Jadi, dakwah memurnikan Islam di Indonesia dari berbagai ajaran yang tidak berdasar Al-Quran dan Sunnah bukan saja ‘diimpor’ dari luar negeri. Bahkan ulama-ulama lokal sudah jauh-jauh hari melakukannya. Lihat saja, misalnya, Ahmad Dahlan Jogja, ‘Abdul Karim Amrullah Minang, Buya Hamka, A. Hassan Bandung, ‘Ammar Faqih Maskumambang, M. Natsir, Moenawar Chalil Semarang, dan lain sebagainya termasuk Prof. M> Hasbi Ash-Shiddieqy. []

bidah

Cetakan lama Kriteria antara Sunnah dan Bid’ah oleh Bulan Bintang

About Firman Hidayat Marwadi

Seorang penuntut ilmu yang semoga diberi keistiqamahan oleh Allah dalam setiap kebaikan.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: