//
you're reading...
Nasehat, Refleksi

Contoh Nyata Sikap Bijak Memuji Orang Lain Tanpa Membabi Buta

1396644045_bigAdalah Tafsir Ibnu ‘Athiyyah Al-Andalusi yang lebih dikenal Al-Muharrar Al-Wajiz fi Tafsir Al-Quran Al-Aziz membuat banyak kalangan tergakum-kagum. Kekaguman mereka terletak, antara lain, karena penulis telah berusaha keras agar para pembaca lebih memahami Al-Quran secara lurus. Oleh karena itu beliau lebih condong menafsirkan Al-Quran dengan Al-Quran atau mengambil pendapat yang dikuatkan/berdasarkan Al-Quran. Beliau sendiri banyak menukil dari Jami’ Al-Bayan li Takwil Aay Al-Quran karya Imam Ibnu Jarir Ath-Thabari.

bahr

Tafsir “Al-Bahr Al-Muhith” karya Imam Abu Hayyan Al-Andalusi

Nah, di antara sekian mereka yang memuji Tafsir Ibnu Athiyyah ini adalah Abu Hayyan Al-Andalusi, penulis Al-Bahr Al-Muhith dalam tafsir pula. Kata beliau, seperti yang dilaporkan Ibnu Basykiwal -ulama semasanya-, Ibnu Athiyyah adalah sosok yang paling afdhal dan baik yang menulis tafsir Al-Quran.

Namun demikian, jika Anda membaca tafsir Abu Hayyan sendiri, Anda akan banyak menjumpai sikap Abu Hayyan yang kerap mengetengahkan pendapat Ibnu Athiyyah untuk kemudian dibantahnya. Tentu saja sikap ini tidak secara otomatis kontradiksi terhadap pernyataan sebelumnya. Ini timbul dari kebijakan sosok ulama semacam Abu Hayyan terhadap ulama lain. Saling menghormati, menghargai, dan memuliakan satu sama lainnya. Dan pernyataan beliau di atas benar adanya. Hanya saja hal tersebut tidak membuatnya tunduk pada orang lain dalam berpendapat dan beragumen, menurutnya. Karena jelas beliau memiliki pendapat sendiri yang boleh jadi tidak senada dalam setiap sudutnya.

Sebagai pelengkap, selain Abu Hayyan, di antara mereka yang memuji Tafsir Ibnu Athiyyah adalah Ibnu Taimiyyah, Ibnu Khaldun, dan lainnya.

muharrar

Tafsir “Al-Muharar Al-Wajiz” karya Imam Ibnu ‘Athiyyah Al-Andalusi

Tafsir Ibnu Athiyyah Al-Andalusi sendiri sudah dicetak. Antara lain oleh Dar Ibn Hazm Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah, dan Kementrian Agama Qatar. Dari sekian cetakan itu yang paling apik adalah cetakan terakhir yang sudah ditahqiq dan disalin dari berbagai manuskrib yang tersebar di belahan dunia yang salah satunya di Maroko. Wallahua’lam.

Semoga bermanfaat!

 

About Firman Hidayat Marwadi

Seorang penuntut ilmu yang semoga diberi keistiqamahan oleh Allah dalam setiap kebaikan.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: